Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 16 Mar 2020 22:15 WIB

Besok, Pegawai BPK Mulai Kerja dari Rumah

Anisa Indraini - detikFinance
Gedung BPK Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom
Jakarta -

Beberapa kantor telah menetapkan kebijakan bekerja dari rumah sebagai antisipasi penyebaran virus corona. Termasuk juga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menerapkan sistem kerja work from home (WFH) hingga akhir Maret 2020 atau selama 14 hari ke depan.

Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan mekanisme WFH akan dimulai pada Selasa, 17 Maret 2020 dan berlaku untuk seluruh kantor BPK di Indonesia.

"BPK memandang perlu melakukan kebijakan WFH guna meminimalkan pertemuan fisik dalam bekerja sehingga menerapkan kerja dari rumah selama 14 hari ke depan, demikian juga dengan kegiatan pemeriksaan. Ketentuan dan mekanisme bekerja dari rumah selanjutnya diatur melalui surat edaran Sekjen dan memanfaatkan fasilitas teknologi kerja jarak jauh yang dimiliki BPK. Hal ini sebagai bagian dari tanggung jawab instansi untuk melindungi para pelaksana BPK" katanya dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2020).

Melalui Surat Edaran, pegawai yang melakukan WFH diminta untuk tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan yang sangat mendesak. BPK juga menunda dan membatalkan seluruh penyelenggaraan kegiatan tatap muka yang menghadirkan banyak orang di lingkungan kantor pusat maupun di daerah.

Mekanisme tersebut berdasarkan pada Surat Edaran Nomor 04/SE/X-XIII.2/3/2020 tentang Mekanisme Penyelesaian Tugas Kedinasan dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Lingkungan Pelaksana BPK. Surat edaran tersebut memberikan acuan bagi pegawai BPK dalam menyelesaikan tugas kedinasan di tengah penyebaran COVID-19, sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan BPK.

Surat ini juga menyebut 14 hari ke depan dinyatakan sebagai keadaan luar biasa sebagai akibat pandemik COVID-19, yang berdampak terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pegawai BPK. Dalam masa keadaan luar biasa itu, diatur hal-hal mengenai pembagian tugas bagi pegawai sehingga tugas BPK tetap berjalan dengan baik.


Pelaksanaan yang memerlukan tatap muka/pertemuan fisik (face to face) ditunda sampai kondisi aman. Pertemuan akan dijalankan dengan prosedur alternatif dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi atau pilihan lainnya untuk menghindari terjadinya kontak fisik, baik dengan orang maupun benda.

Pada akhir masa kondisi luar biasa pandemik COVID-19 nantinya, seluruh pimpinan satuan kerja melaporkan secara tertulis mengenai pelaksanaan WFH.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com