Minyak Dunia Sempat Turun, BBM Nanti Dulu
Rabu, 07 Des 2005 18:16 WIB
Jakarta - Pemerintah hingga kini belum akan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) kendati harga minyak dunia sempat turun beberapa pekan lalu, walaupun belakangan naik lagi.Harga minyak dunia yang sempat turun di level US$ 57-58 per barel dinilai belum bisa menjadi acuan untuk menurunkan harga BBM.Pasalnya, harga BBM saat ini, yaitu premiun Rp 4.500 per liter dan solar Rp 4.300 per liter, didasarkan pada Indonesian Crude Price (ICP) yang ekuivalen dengan harga minyak US$ 48 per barel.Sehingga dengan harga premium dan solar saat ini, pemerintah masih harus melakukan subsidi, karena harga minyak masih di level US$ 60 per barel, jauh dari patokan US$ 48 per barel.Isyarat tidak akan menurunkan harga BBM tersebut diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro kepada detikcom, usai rapat dengan Komisi VII DPR untuk membahas RUU Mineral dan Batubara, di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (7/12/2005).Namun, kata Purnomo, pemerintah akan tetap menyiapkan rencana pelaksanaan price adjustment (penyesuaian harga) terhadap harga BBM tersebut."Ya kita siapkan price adjustment-nya, tapi kita harus memantau harga minyak terlebih dahulu," ujar Purnomo.Diakui, harga minyak dunia sempat turun, namun masih di level US$ 57 per barel. Angka ini masih jauh dari patokan harga BBM yang dipakai pemerintah US$ 48 per barel."Minyak kemarin sempat turun US$ 57-58 per barel, kemudian saat ini kan naik lagi. Harga minyak tidak dapat dilihat 1-2 hari, tapi jangka panjang," tutur Purnomo.Purnomo juga mengakui, pemerintah memang akan melakukan price adjustment tiap bulan. Namun untuk tahun 2005 belum bisa dilakukan, karena pemerintah masih mematok harga minyak sekitar US$ 50 per barel.
(ir/)











































