Di Tengah Wabah Corona, Nilai Ekspor Pertanian Naik 0,91%

Mustiana Lestari - detikFinance
Senin, 16 Mar 2020 22:34 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan bahwa sektor pertanian dalam arti luas merupakan sektor yang paling tangguh. Utamanya dalam mengatasi krisis pertumbuhan pada sektor jasa.

"Saat ini, potensi sektor pertanian dan peternakan sangat potensial menjaga stabilitas ekonomi. Dalam beberapa pengalaman sebelumnya, seperti pada kasus di Sulawesi Selatan, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang tangguh dalam mengatasi krisis ekonomi," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2020).

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Yunita Rusanti mencatat nilai ekspor pertanian mengalami kenaikan sebesar 0,91 persen month of month (mom) dan 28,04 persen year of year (yoy) dari total USD 0,30 miliar pada Februari 2020.

Kenaikan terjadi karena produk pertanian seperti biji kakao, sarang burung, tanaman obat, aromatik dan subsektor rempah-rempah mengalami peningkatan signifikan. Dia mengatakan bahwa kenaikan ini terjadi di saat sektor migas turun sebesar 0,02 persen.

"Sedangkan untuk ekspor nonmigas seperti pertanian tetap mengalami kenaikan," ujar Yunita, Senin, 16 Maret 2020.

Yunita mengatakan kenaikan ekspor pertanian juga berdampak langsung pada kenaikan ekspor keseluruhan Indonesia di bulan Februari 2020 yang mengalami kenaikan sebesar 2,24 persen atau setara USD13,94 miliar.

"Pada Januari lalu sektor pertanian juga mengalami peningkatan ekspor tertinggi YoY dibanding sektor lainnya yang cenderung turun. Sementara, pada sektor industri pengolahan yang sebagian bahan bakunya berasal dari pertanian juga mengalami peningkatan meski hanya sebesar 3,16 persen," katanya.

Di sisi lain, sektor pertanian juga merupakan satu-satunya sektor nonmigas yang paling bertahan dari berbagai gejolak dan ancaman krisis, seperti masuknya wabah Covid 19 di Indonesia.

Mengenai hal ini pada kesempatan lainnya, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan agar masyarakat Indonesia tidak meremehkan sektor pertanian sebagai sebuah kebutuhan melawan berbagai krisis. Sektor pertanian, kata dia, adalah sektor yang tangguh dalam membantu stabilitas ekonomi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap sektor pertanian dapat berkontribusi lebih besar, baik dari segi ekspor maupun peningkatan pendapatan masyarakat.

"Sektor pertanian ini memberikan kontribusi besar bagi pembanunan ekonomi, baik dalam kontribusi ekspor maupun meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Presiden Jokowi saat berpidato pada pembukaan The 2nd Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF) Tahun 2020 Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3).



Simak Video "Stabilkan Harga, 250 Ribu Ton Gula Digelontorkan ke Pasar"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)