Tekan Harga, Bulog Bakal Jual Gula Rp 10.500/Kg

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 17 Mar 2020 10:12 WIB
Gedung Bulog. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Bulog/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Lonjakan harga gula sudah terasa sejak awal Februari 2020. Harga gula melambung tinggi dari acuannya yakni Rp 12.500 per kilogram (kg). Untuk menekan harga, pemerintah sudah menetapkan importasi gula kristal mentah (raw sugar) yang akan diolah menjadi gula kristal putih (GKP) sebanyak 438.802 ton, dan ditambah lagi 550.000 ton.

Salah satu penugasan impor ini diberikan kepada anak usaha Perum Bulog, yakni Pabrik Gula (PG) PT Gendhis Multi Manis (GMM) sebanyak 29.750 ton. Nantinya, hasil produksi GMM didistribusikan Bulog untuk menekan harga. Bahkan, Bulog akan menjual gula seharga Rp 10.500/kg, jauh di bawah harga acuannya.

"Stabilisasi harga gula akan dilaksanakan dengan mendistribusikan gula sejumlah 20.000 ton oleh Perum Bulog dengan harga sebesar Rp 10.500/kg," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2020).

Tak hanya Bulog, dalam waktu dekat BUMN lain juga akan mendistribusikan 150.000 ton gula untuk menekan harga.

"Selain itu, akan segera direalisasikan penyediaan gula konsumsi sejumlah 150.000 ton oleh BUMN yang ditugaskan," ujar Airlangga.

Sebagai informasi, harga gula hari ini memang masih tinggi. Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) harga gula hari ini tembus Rp 16.650/kg. Kemudian, menurut Info Pangan Jakarta, harga gula tembus Rp 16.297/kg.



Simak Video "Ada PSBB, Bulog Siapkan Stok Pangan Lewat Pengadaan Dalam Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)