Alamak! Ekonomi Global Dibayangi Resesi karena Corona

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 18 Mar 2020 10:35 WIB
WHO menyatakan virus corona COVID-19 sebagai pandemi. Pasalnya virus corona telah menyebar ke ratusan negara di dunia, tak terkecuali Indonesia.
Ilustrasi ekonomi di tengah corona.
Jakarta -

Morgan Stanley dan Goldman Sachs Group Inc. menyatakan virus corona telah memicu resesi global. Resesi global kali ini bahkan diramal bakal berlangsung lebih panjang dan lebih dalam dari yang pernah terjadi sebelumnya. Para ekonom tersebut pesimis dunia mampu menghindari resesi kali ini sejak krisis keuangan beberapa tahun lalu.

Kepala Ekonom Morgan Stanley, Chetan Ahya bahkan memproyeksi pertumbuhan ekonomi global bakal melambat menjadi 0,9% sepanjang tahun 2020 ini.

Tak jauh berbeda dari Ahya, Kepala Ekonom Goldman Sachs, Jan Hatzius dan rekannya, memprediksi ekonomi global bakal melemah menjadi 1,25% saja sepanjang 2020 ini. Bahkan, S&P Global juga telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,3% menjadi hanya 1-1,5% saja.

Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menilai resesi kali ini tidak akan separah yang pernah terjadi pada 2009 lalu yang terkontraksi hingga 0,8%. Akan tetapi, tetap lebih buruk daripada penurunan pada awal 2001 dan awal 1990-an lalu.

Meski demikian, Morgan Stanley dan Goldman Sachs Group Inc. optimis tetap akan terjadi perbaikan (rebound) di semester kedua tahun ini. Namun, keduanya tetap mewanti-wanti pemerintah dan investor bahwa akan tetap ada risiko dari resesi ekonomi semester awal tahun ini.

Keduanya mengimbau para pembuat kebijakan untuk lebih tegas membatasi aktivitas sosial masyarakatnya dan memberikan lebih banyak stimulus kepada para perusahaan demi memperbaiki kondisi tersebut.



Simak Video "Terpukul Virus Corona, Ekonomi Jepang Menuju Jurang Resesi"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)