Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Mar 2020 13:19 WIB

Peringkat Logistik RI Memble, Jokowi: Banyak yang Ruwet!

Hendra Kusuma - detikFinance
Ekspor RI Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ruwetnya birokrasi membuat peringkat ekosistem logistik nasional masih tertinggal jauh dari negara tetangga seperti Singapura hingga Malaysia.

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas secara online dilansir dari akun streaming Sekretariat Negara, Rabu (18/3/2020).

"saya catat masih banyak yang ruwet di sisi birokrasi. Masih banyak pengulangan, masih banyak repetisi, masih banyak duplikasi dan masih kuatnya ego sektoral kementerian lembaga berjalan sendiri-sendiri," kata Jokowi.

Berdasarkan data logistic performance index, Indonesia berada di peringkat 46 atau jauh dibandingkan Singapura yang berada di peringkat 7, Malaysia di 41, India di 44, China di 26, Thailand di 32, Vietnam di 39.

Jokowi bilang belum ada platform ekosistem logistik nasional terintegrasi yang mampu memfasilitasi pergerakan logistik dari hulu sampai hilir. Oleh karenanya perlu dibangun sebuah platform yang mampu mengintegrasikan hal tersebut.

"Karena tata ruang logistik yang tidak efisien. Penempatan terminal pelabuhan depo container yang tidak tepat yang justru memperbesar inefisiensi dan pergerakan barang kita. karena itu sekali lagi ekosistem logistik nasional kita harus kita perbaiki, harus kita tata," jelasnya.

Oleh karena itu Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta para pejabat negara yang terkait untuk segera melakukan pembenahan pada ekosistem logistik nasional demi meningkatkan peringkat ekosistem logistik nasional yang berkaitan erat dengan kemudahan berusaha alias EoDB.

"Ini memang pekerjaan lapangan yang tidak mudah tapi sekali lagi kita harus berani merancang platform logistik terintegrasi mulai dari single submission, single filling, single payment channel, single risk management, single monitoring, sampai sebuah pengambilan keputusan yang otomatis dan saya tekankan kolaborasi sistem menjadi platform logistik tunggal, sistem interface dan saling terhubung tanpa harus menghilangkan sistem-sistem yang sudah ada," jelasnya.

"Saya yakin dengan kerja yang fokus, dengan peta jalan roadmap program yang jelas dan terukur maka sistem logistik nasional negara kita menjadi lebih efisien. Biaya logistik yang terbuka transparan dan kompetitif, layanan logistik yang menjadi lebih murah dan lebih cepat. Saya kira target kita itu," tambahnya.



Simak Video "Jokowi Sebut PSBB Ganggu Distribusi Kebutuhan Pokok"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com