Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Mar 2020 15:53 WIB

Corona Merebak, Mentan Syahrul Cek Pasokan Beras di Cipinang

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Mentan Syahrul Yasin Limpo Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Gudang Beras di Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur siang ini. Syahrul mengunjungi gudang tersebut untuk memastikan kondisi pasokan beras aman di tengah wabah virus corona yang merebak.

Kedatangannnya disambut Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi. Setelah itu, keduanya berbincang dan menengok pasokan beras di gedung dan Pasar Induk Cipinang. Ia menegaskan untuk tidak cemas menghadapi tantangan dari dampak Virus Corona.

"Kehadiran saya untuk memperkuat food station, kita tidak boleh mundur, tidak boleh takut menghadapi tantangan tantangan covid ini, covid-19 membawa kita semua cemas, kehadiran food station dan kehadiran saya di sini mengatakan bahwa pak Arief maju terus kami di belakangnya," ujar Syahrul di , Rabu Food Station Tjipinang, Rabu (18/3/2020).

Syahrul pun memastikan akan sigap untuk memback-up jika kebutuhan dasar ke depan tidak terpenuhi. Hal ini juga dilakukan atas permintaan Presiden Joko Widodo untuk memvalidasi kebutuhan pokok di tengah wabah Corona hingga jelang lebaran.

"Jadi Kementerian Pertanian akan memback-up sepenuhnya. Cipinang ini di dalam mencoba menjabarkan produksi kebutuhan dasar, seperti yang disebutkan beras tidak perlu bersoal, insyaallah gula pasir tidak boleh bersoal, minyak goreng seperti itu, telur ayam juga harus oke, dagingnya juga harus oke," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan stok beras di Pasar Induk Cipinang ada di berada dalam kisaran 28 ribu hingga 30 ribu ton dan dalam batas aman.

"Pasar induk Cipinang di 28 ribu sampai 30 ribu ton, batas aman itu 25 ribu ton pak menteri. Kemudian Food station sendiri ada cadangan stok 7 ribu ton di luar pasar induk Cipinang," ungkapnya.

"Kemudian teman-teman pedagang ini di seluruh Jabodetabek plus luar kota. Jadi Jabodetabeknya 65%, 35%-nya ke luar pulau juga. Hari ini kita masih punya stok berkat Sulsel, kita ambil 4 ribu kontainer dari sana Sidra, Pinrang, beras jadi komoditi utamanya beras," pungkasnya.

(prf/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com