Dolar AS Lagi Perkasa, Waktunya RI Genjot Ekspor

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 19 Mar 2020 12:40 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah akhirnya tembus ke level Rp 15.000. Ini adalah pertama kalinya dolar AS menyentuh level tersebut pada tahun ini.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak melulu berdampak buruk. Di balik keperkasaan dolar AS ternyata ada cuan yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia.

Menurut Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad potensi yang bisa dimanfaatkan pada situasi seperti sekarang adalah menggenjot kinerja ekspor. Sebab, barang-barang yang diekspor dibayar dengan lebih mahal.

"Saya kira dengan rupiah yang melemah maka sudah saatnya ekspor digenjot habis-habisan," kata Tauhid saat dihubungi detikcom, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Menurut Tauhid, ada beberapa negara yang berpotensi untuk menjadi tujuan ekspor produk-produk Indonesia di tengah merebaknya virus corona (covid-19).

"Negara lain sebenarnya juga terdampak parah, namun India, Thailand dan Vietnam yang masih relatif rendah dampak Covid 19. Meskipun saat ini memang ada sedikit penurunan permintaan akan situasi global," jelasnya.

Hanya saja, dikatakan Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah kinerja ekspor Indonesia masih terdampak dari permintaan dunia yang mulai menurun. Penurunan itu dikarenakan virus corona.

"Permintaan global juga sedang menurun. Jadi dapat dikatakan dampak pelemahan rupiah sekarang ini tidak besar terhadap perekonomian kita," kata dia.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini menyentuh level Rp 15.400. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan posisi penutupan perdagangan kemarin di level Rp 15.187.

Mengutip data perdagangan Reuters, Kamis (19/3/2020), dolar AS pagi ini menguat 200 poin atau setara 1,3% terhadap rupiah. Hingga pukul 09.15 WIB, dolar AS bergerak di level Rp 15.235-Rp 15.400.



Simak Video "Merangkak Naik, Dolar AS ke Level Rp 14.850"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)