Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 19 Mar 2020 14:12 WIB

Jokowi Minta Kapal Perikanan Berizin Dipantau Ketat, Ada Apa?

Danang Sugianto - detikFinance
Jokowi Presiden Jokowi/Foto: BPS
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memantau industri perikanan Indonesia. Jokowi ingin ada pengawasan terhadap kapal perikanan yang telah memperoleh izin.

Sebelumnya, pada periode pertama pemerintahannya, Jokowi sudah fokus mengatasi aksi pencurian ikan dan menjaga laut dari tindakan Illegal, Unregulated, and Unreported (IUU) Fishing.

"Kita lihat sudah nampak selain pelestarian lingkungan yang terjaga, stok nasional ikan kita juga meningkat drastis dari 6 juta ton menjadi 12,5 juta ton. Ini harus kita lanjutkan terus tapi kita tidak boleh berhenti sampai di situ," tuturnya saat membuka rapat terbatas melalui video conference, Kamis (19/3/2020).

Dengan meningkatnya stok ikan nasional, seharusnya industri perikanan meningkat. Dengan meningkatnya produksi perikanan tangkap. Oleh karena itu, lanjut Jokowi, perlu adanya lompatan besar dalam menata ekosistem perikanan nasional, mulai dari hulu sampai hilir.

Dia meminta industri perkapalan terus diperkuat dengan meningkatkan kapasitas dan daya saing industri perkapalan nasional. Bukan itu saja, Jokowi melihat layanan perizinan untuk kapal perikanan sudah dipermudah. Seiring dengan izin yang dipermudah, pengawasan terhadap kapal yang sudah berizin juga ditingkatkan.

"Saya dengar ini sudah cepat tapi saya minta laporan dalam praktiknya seperti apa dengan tetap kita memperhatikan pelestarian sumber daya perikanan kita. Sehingga perlu juga diikuti dengan pengendalian dan pengawasan yang baik," ucapnya.

Jokowi ingin kapal perikanan yang sudah mendapatkan izin tidak melanggar aturan-aturan yang ada. Selain itu harapkan juga para kapal perikanan tidak merusak ekosistem ketika beroperasi.

"Jangan sampai hanya diberikan izin-izin tapi tidak diawasi di lapangan, sehingga dampaknya justru akan merugikan kepentingan nasional kita," tambahnya.

Terakhir, Jokowi ingin agar akses permodalan bagi SDM perikanan bisa memanfaatkan teknologi terbaru. Teknologi juga diharapkan bisa dimanfaatkan untuk kepentinhan lainnya.

"Kembangkan sistem teknologi informasi terbaru dalam usaha perikanan tangkap dengan menggunakan big data dan artificial intelligence dan juga jangan hanya berkutat kepada usaha perikanan tangkap, tapi kita harus masuk ke offshore aqua culture," tutur Jokowi.



Simak Video "Jokowi: Larangan Mudik Difokuskan Hingga Arus Balik"
[Gambas:Video 20detik]
(das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com