Sri Mulyani: Jangan 'Kuningkan' Bappenas!

Sri Mulyani: Jangan 'Kuningkan' Bappenas!

- detikFinance
Kamis, 08 Des 2005 11:50 WIB
Jakarta - Politisi gaek Partai Golkar Paskah Suzetta kini menjadi Meneg PPN/Ketua Bappenas. Tak ingin lembaga strategis ini dikotori politik, mantan Ketua Bappenas Sri Mulyani pun berpesan agar Bappenas tidak 'dikuningkan'."Jangan kuningkan Bappenas," pinta Sri Mulyani sambil tersenyum saat acara sertijab di Gedung Bappenas, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Kamis (8/12/2005).Namun meski berpesan agar Bappenas tidak 'dikuningkan', Sri Mulyani justru mengenakan kebaya berwarna kuning. "Tapi bukan berarti saya ingin 'menguningkan' Bappenas," canda Sri Mulyani yang disambut tawa hadirin.Sertijab Ketua Bappenas kali ini cukup meriah, selain dihadiri 100-an pegawai Bappenas, sejumlah anggota Komisi XI DPR RI juga hadir. Maklum saja, Ketua Bappenas yang baru, Paskah Suzetta, adalah Ketua Komisi XI.Sri Mulyani juga mengaku sudah menghubungai Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Golkar mengenai pesan untuk tidak menguningkan Bappenas ini."Saya sudah inform Pak Jusuf Kalla, Pak please, Bappenas adalah salah satu aset negeri ini. Aset ini akan menjadi banyak gunanya untuk negeri bila digunakan secara benar," ujar Sri Mulyani.Mendengan pesan tersebut Paskah pun berjanji akan menjaga seluruh yang baik-baik mengenai Bappenas. Selanjutnya Sri Mulyani juga mengaku sudah melakukan sejumlah 'pembersihan' di Bappenas. "Tapi banyak yang jelek yang belum dibuang. Saya belum berhasil membuang yang jelek. Pak Paskah harus membuang yang jelek itu," katanya.Tugas di Bappenas, menurut Sri Mulyani, akan menghadang Paskah. "Staf saya mulai pada rapat pertama mereka akan datang dengan segepok persoalan. Pak Paskah adalah politisi di Senayan. Jadi terbiasa dengan persoalan-persoalan," tambahnya. Ia juga meminta Paskah tetap menjaga hubungan baiknya dengan DPR. Demikian pula DPR harus tetap memberikan kritikan yang membangun meski rekan kerjanya sekarang adalah mantan Ketua Komisi XI."Mudah-mudahan Pak Paskah menghadapi pertanyaan yang sulit, terutama dari Rama Pratama. Waktu mereka rapat dengan saya, mereka itu sepertinya ingin ngetes saya," canda Sri Mulyani. Rama Pratama yang hadir pun tampak tersipu-sipu disindir seniornya di UI tersebut. Sementara anggota Komisi XI lainnya tertawa terbahak-bahak.Si Mulyani juga meminta Paskah memperbaiki dan mengawasi pelaksanaan program kompensasi. "SLT itu perlu diperbaiki desainnya," pesannya.Sementara Paskah mengaku perpindahaan dari DPR menjadi birokrat adalah perubahan 90 derajat. "Saya kan dulu Ketua Komisi. DPR tetap harus kritis. Kritis yang berarti support. Kalau Senayan seirama dengan saya, itu pasti ada kecurigaan," katanya. Paskah berjanji akan menjalankan program-program rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) yang telah dicanangkan sebelumnya."RPJM itu implementasi visi misi presiden saat pemilihan. Jadi ini tolok ukurnya. Saya akan jaga konsistensinya," janji Paskah. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads