Gara-gara Corona, Ekonomi RI Diprediksi Tak Sampai 5% di 2020

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 20 Mar 2020 07:59 WIB
WHO telah umumkan wabah corona sebagai pandemi. Meski telah memperketat pengawasan guna cegah corona, Indonesia belum berencana melakukan lockdown.
Foto: Pradita Utama

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia disebut masih bisa tumbuh di kisaran di atas 4,5% pada kuartal I 2020, meskipun dibayangi kondisi geopolitik dan virus corona di seluruh dunia.

Dia meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2020 masih bisa tumbuh di atas 4,5%. Sedangkan hingga pekan pertama Maret 2020 angkanya diproyeksi masih 4,9%.

"Kuartal I sampai minggu kedua, 10 hari pertama ekonomi kita masih 4,9%. Jadi kalau kuartal I masih ada 20 hari terakhir Maret ini penurunan kuartal I masih bisa tumbuh di atas 4,5-4,9%," ujar Sri Mulyani dalam video conference, Rabu (18/3/2020).

Sri Mulyani menambahkan, kalau ekonomi China mengalami koreksi akibat virus corona, maka dampaknya akan dirasakan negara lain termasuk Indonesia.

Menurut Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kemungkinan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di bawah 5% di tengah wabah corona. Prediksi Luhut, ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran 4%.

"Mungkin turun di bawah 5%, tapi kita masih bisa manage lah, kita berdoa di 4% ke atas," ungkap Luhut dalam video conference bersama wartawan, Rabu (18/3/2020).

Luhut menjelaskan Indonesia memiliki porsi konsumsi dalam negeri yang besar, dan kondisi itu menjadi nilai plus di tengah ketidakpastian ekonomi global. Oleh sebab itu pemerintah fokus membantu rakyat menengah ke bawah untuk menjaga daya beli.

Meski begitu, Luhut optimistis dengan kerja sama Bank Indonesia dan pemerintah. Bank Indonesia yang mengelola kebijakan moneter maupun Kementerian Keuangan yang mengelola kebijakan fiskal dikawal orang-orang baik.


Hal senada juha diungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir, dia bicara mengenai kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Menurut dia, ekonomi Indonesia dibayangi perlambatan. Adapun perlambatan itu dipengaruhi sejumlah sebab, dari perang dagang hingga virus corona.

Dalam paparannya, Erick memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan 4,7% tahun ini.

"Pertumbuhan ekonomi juga saya rasa Indonesia akan koreksi yang tadinya 5% lebih, 4% lebih, tapi 4% masih bagus loh kalau kita lihat negara-negara lain," kata Erick.

"Apalagi kalau omnibus law bisa goal, salah satunya itu kan mempermudah investasi, job creation, ada lagi omnibus tax supaya tax-nya kompetitif," tutupnya.

Halaman


Simak Video "Jokowi Ingatkan April-Juni Bisa Tentukan Pertumbuhan Ekonomi RI"
[Gambas:Video 20detik]

(hek/ang)