Sibuk Perangi Inflasi, Tim Ekonomi Jangan Abaikan Utang
Kamis, 08 Des 2005 13:25 WIB
Jakarta -
Meski sibuk memerangi tingginya inflasi, tim ekonomi baru diminta tetap memprioritaskan masalah utang negara yang masih membengkak."Tahun 2006 itu tantangannya adalah utang lebih banyak. Jadi kalau tahun depan bisa mencapai Rp 60 triliun belum lagi bunganya yang mendekati Rp 80 triliun, totalnya sudah Rp 140 triliun, hampir sama dengan subsidi BBM," kata Pengamat Ekonomi Faisal Basri.Hal ini disampaikan dia di sela acara Indonesian Business Forum di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Kamis (8/12/2005).Pemerintah, menurutnya, perlu melakukan renegosiasi utang luar negeri agar kemampuan manuver fiskal Indonesia dapat berlangsung dengan baik."Karena selama ini fiskal kita tertekan akibat beban bunga dan utang yang sangat besar. Semakin rendah beban utang, maka akan semakin mempercepat recovery Indonesia," ujarnya.Tidak ada pilihan lain, ungkap Faisal, untuk membuat Indonesia lebih mandiri, pemerintah harus menaikkan tax ratio lebih tinggi.Saat ini tax ratio baru sebesar 13,2 persen dan tahun depan pemerintah hanya menaikkan 13,4 persen.Menurutnya, peningkatan 0,2 persen itu masih terlalu kecil, mengingat target yang ingin dicapai pemerintah tahun 2009 sebesar 19 persen.Selain kendala utang, pekerjaan rumah (PR) lainnya adalah mengantisipasi kecenderungan naiknya tingkat suku bunga dunia dari 3,8 pesen mengarah ke 5 persen.Kondisi ini akan memaksa Bank Indonesia menaikkan suku bunga, selain karena tren dunia yang sedang naik, juga untuk menjaga inflasi.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































