Corona Menggila, Stok Pangan untuk 267 Juta Warga RI Aman?

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Jumat, 20 Mar 2020 16:41 WIB
Kementan
Foto: Dok Kementan
Jakarta -

Merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19 jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2020, rupanya berdampak ke pelbagai aspek salah satunya stabilitas pangan. Kementerian Pertanian pun berjanji menjaga ketersediaan, stabilisasi pasokan dan harga komoditas pangan strategis.

Upaya tersebut salah satunya ditunjukkan dengan penandatanganan kesepakatan bersama supplier dan produsen pangan tentang ketersediaan, stabilisasi pasokan, dan harga pangan di Jakarta.

"Penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen kita semua untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga menghadapi wabah Korona serta menjelang puasa dan lebaran," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi dalam keterangannya, Jumat (20/3/2020).

Agung menjelaskan penandatanganan ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar semua pihak menjalin kerja sama dan sinergi menjaga pangan terutama menghadapi wabah Korona dan HBKN.

Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono mewakili Menteri Pertanian dalam penandatanganan tersebut menyampaikan apresiasi kepada para produsen dan supplier pangan atas komitmen menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan.

"Ini tugas bersama untuk negara dan bangsa dalam menyediakan pangan yang cukup bagi 267 juta orang," terang Kasdi.

Kasdi mengungkapkan dari perspektif neraca pangan, ketersediaan komoditas pangan pokok strategis cukup. Akan tetapi, dari aspek distribusi dan stabilitas harga membutuhkan peran dari semua pihak terutama supplier untuk memenuhi pasokan pangan di pasaran.

Ruang lingkup kesepakatan meliputi penyediaan, penyaluran dan stabilisasi harga 11 komoditas pangan pokok meliputi beras, jagung, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.

Diketahui, kesepakatan bersama ditandatangani oleh produsen dan supplier komoditas pangan tersebut yaitu Perpadi, PT Food Station, PT Datu Nusantara Agribisnis, PT Asian Agro, PT Musim Mas, PT Wilmar Nabati, PTPN Holding Company, PT Makassar Tenee, PT Permata Dunia Sukses Utama, PT Binagloria Enterprindo, Poktan Kembang Sari, Asosiasi Champion Cabai Jateng, Gabungan Usaha Pembibitan Unggas, PT Duta Putra Perkasa, PT Suri Nusantara Jaya, dan PT Berkat Mandiri Prima.



Simak Video "Kementan Jelaskan Asal Mula Kalung 'Anti-Corona'"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/hns)