Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 21 Mar 2020 11:30 WIB

Kartu Pra Kerja Diluncurkan, Ada Sangu Rp 650.000 buat Peserta

Hendra Kusuma - detikFinance
Capres Jokowi pamer kartu Pra-Kerja saat kampanye akbar di Malang. Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Jakarta -

Pemerintah meluncurkan situs resmi program Kartu Pra Kerja hari ini. Namun, masyarakat yang ingin mendaftar program Kartu Pra Kerja baru bisa awal April.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tahap awal pemerintah akan melakukan sosialisasi situs www.prakerja.go.id kepada seluruh masyarakat.

"Kartu Pra Kerja ini tahap awalnya akan dilakukan untuk sosialisasi ke masyarakat dan 2 minggu dari sekarang, ini kami harapkan sudah bisa masyarakat memilih dan mempelajari sehingga bisa memutuskan akan ikut pelatihan di mana. Dua minggu dari sekarang pendaftaran dibuka," kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Tahap awal implementasi program Kartu Pra Kerja di Bali, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, dan Surabaya. Di empat lokasi ini akan diberlakukan pelatihan secara online mengingat penyebaran wabah virus corona (covid-19).

Skema Kartu Pra Kerja ditujukan kepada setiap WNI yang berusia di atas 18 tahun dengan catatan tidak sedang menjalani pendidikan formal, lalu bagi para masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), dan bagi pegawai yang ingin meningkatkan keterampilan.


Para peserta nantinya bisa mendapatkan skill baru (skilling), meningkatkan keterampilan di bidang yang ditekuni (upskilling), dan keterampilan baru (reskilling).

"Pelatihan bisa online offline dan hybrid. Model 3 in 1, 2 in 1 atau satu. Tentu karena situasi covid 19, kami dorong online terlebih dahulu," ujarnya.

Airlangga bilang Kartu Pra Kerja ini nantinya dikelola oleh Project Management Office (PMO). PMO lah yang nantinya menjalankan program ini secara penuh, termasuk menentukan Balai Latihan Kerja (BLK) yang akan menjalankan pelatihan kerjanya.

Dalam melaksanakan program Kartu Pra Kerja, lanjut Airlangga sudah ada 11 mitra kerja yang terdiri 8 platform digital atau marketplace yakni Tokopedia, Bukalapak, Ruang guru, MauBelajarApa, Sekolah.mu, Pintaria, Pijah Mahir, lalu 3 mitra pembayaran seperti PT BNI (Persero), LinkAja, dan OVO.

Pemerintah memastikan tetap memberikan biaya transportasi bagi seluruh peserta program Kartu Pra Kerja yang situsnya resmi diluncurkan hari ini. Besaran biaya transportasi menjadi Rp 650 ribu dari yang sebelumnya hanya Rp 500 ribu.

Menurut Airlangga, biaya transportasi akan diberikan secara bertahap dan hanya berlaku satu kali seumur hidup. Adapun biaya transportasi sebesar Rp 650 ribu ini terdiri dari Rp 500 ribu murni didapat selama menjalankan pelatihan tiga bulan, dan Rp 150 ribu merupakan tambahan setelah menjalankan survei evaluasi program Kartu Pra Kerja.

"Saat selesai pelatihan, itu diberikan kesempatan untuk evaluasi dalam bentuk survei dan begitu survei dikembalikan, mereka dapatkan lagi Rp 150 ribu. Jadi mekanismenya pelatihan dan evaluasinya itu sudah masuk dalam sistem, sehingga kami bisa melihat efektivitas dari pelatihan training dengan re-skilling," jelasnya.

Kartu Pra Kerja Diluncurkan, Ada Sangu Rp 650.000 buat Peserta

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com