Karyawan Tetap Ngantor saat Wabah Corona Dijamin Aman?

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 22 Mar 2020 22:30 WIB
Gedung perkantoran bertingkat di Jakarta. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi/Foto: dikhy sasra
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah mengimbau seluruh perkantoran di Jakarta tutup sementara waktu untuk mempersempit penyebaran virus corona (Covid-19). Namun belum tentu semua perusahaan menerapkan hal tersebut. Terlebih ada jenis pekerjaan yang tidak bisa dilakukan di rumah.

Jika demikian, penularan di area perkantoran masih bisa diminimalisir. Menurut Asosiasi Profesi Pemeliharaan Gedung atau Building Engineering Association (BEA), perusahaan pemelihara gedung sudah mempunyai prosedur untuk mencegah penularan di dalam kantor.

"Mulai dari bagaimana proses supaya orang masuk ke dalam kompleks gedung kita itu sudah mulai dilakukan pengawasan, baik cek body temperature maupun kita ada transit room," kata Ketua Umum BEA Mardi Utomo saat dihubungi detikcom, Minggu (22/3/2020).

Jika suhu tubuh melebihi 37,5-38 derajat celcius maka tamu maupun karyawan tidak diperkenankan masuk. Pasalnya ketika suhu tubuh menunjukkan angka tersebut berpotensi terkena virus corona.

"Karena indikasi yang paling kita ketahui sekarang ini kan orang kalau seandainya kena Covid-19 ini kan kalau temperaturnya naik di atas 37,5 atau 38 (derajat celcius) lah. Nah itu sebagai antisipasi pertama," sebutnya.

Bagaimana jika pengelola gedung kecolongan dan belakang baru dikonfirmasi ada karyawan yang positif terjangkit Covid-19? Jika sudah begitu, pihaknya akan menerapkan skenario lockdown di seluruh area kantor tersebut.

"Ya jadi ada skenario kalau seandainya gedung itu tiba-tiba ada case confirm, salah satu penghuni di situ, ya kita harus tutup, harus lockdown. Gedung itu kita lockdown kemudian kita lakukan general cleaning, kita lakukan deep cleaning dengan melakukan disinfektan secara menyeluruh," ujarnya.

Bahkan saluran udara pun tak luput dari pembersihan karena Covid-19 mungkin saja bisa menular melalui udara. Cara pembersihannya dengan menguapkan cairan disinfektan ke saluran udara.

"Bagaimana kalau seandainya tiba-tiba melalui sirkulasi udara ya. Makanya kita lakukan kalau seandainya virus yang terbang harus kita lakukan juga gitu. Makanya kalau kita lakukan disinfektan yang menyeluruh, dengan mesin yang seperti kayak mist itu, itu kan AC kita jalankan," tambahnya.



Simak Video "Anies: Penggunaan APD di Jakarta 1.000 Unit Per Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)