Perhatian Warga Aceh! Maskapai Ini Batalkan Rute KL & Penang

Agus Setyadi - detikFinance
Senin, 23 Mar 2020 14:45 WIB
Ilustrasi pesawat
Foto: Ilustrasi pesawat (iStock)
Banda Aceh -

Dua maskapai yang melayani penerbangan internasional dari Aceh ke Kuala Lumpur (KL) dan Penang, Malaysia membatalkan sementara jadwal penerbangan. Pembatalan dilakukan hingga 31 Maret mendatang.

Kedua maskapai yang membatalkan penerbangan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, Aceh yaitu Air Asia dan Firefly. Untuk Air Asia menyampaikan pembatalan sementara dari 19 Maret sampai 31 Maret mendatang. Sedangkan Firefly dari 23 Maret sampai 30 Maret 2020.

"Pembatalan sementara penerbangan kedua maskapai ini sesuai dengan surat yang disampaikan kepada kami, menyusul pembatasan penerbangan dari Malaysia," kata Executive General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh, Indra Gunawan kepada wartawan, Senin (23/3/2020).

Sementara untuk penerbangan domestik masih normal tapi Garuda Indonesia mengurangi frekuensi penerbangan menjadi satu kali sehari. Untuk penerbangan pagi pukul 07.00 WIB, maskapai Garuda rute Banda Aceh-Jakarta GA 143 dibatalkan.

Sementara penerbangan dari Jakarta ke Banda Aceh GA142 pada pukul 17.50 WIB juga dibatalkan. Pembatalan ini dilakukan sampai 31 Maret mendatang.

Indra menjelaskan, maskapai Lion Air tujuan Banda Aceh-Kualanamu Medan JT397 pukul 06.00 WIB dan sebaliknya JT 396 tidak terbang hari ini. Pesawat kembali melayani penerbangan pada Selasa (24/3) esok.

"Untuk dua maskapai lainnya yakni Batik dan Citilink masih melayani penerbangan secara normal," jelas Indra.

Indra menjelaskan, untuk mencegah penyebaran virus Corona, PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar sudah melakukan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya menyiapkan hand sanitizer, memeriksa suhu tubuh penumpang dan menerapkan social distancing.

"Adanya garis kuning membuat setiap penumpang berdiri dengan jarak yang aman di setiap titik-titik antrean. Tujuannya untuk meminimalisir resiko penyebaran COVID-19," ungkap Indra.



Simak Video "Kasus Aktif Covid-19 Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(agse/hns)