Sederet Dampak Kegiatan Kantor di DKI Disetop Gara-gara Corona

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 23 Mar 2020 17:37 WIB
Jumlah pasokan ruang perkantoran di wilayah DKI Jakarta terus bertambah. Hal ini karena semakin banyaknya gedung perkantoran yang sedang dibangun.
Kegiatan kantor disetop sementara demi cegah corona/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengimbau seluruh perkantoran di Jakarta ditutup sementara waktu untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Perkantoran pun mulai menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Hal itu tentunya diharapkan dapat meminimalisir penyebaran virus corona. Namun imbas kebijakan tersebut ada pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), yaitu buruh outsourcing yang berprofesi sebagai pemelihara gedung. Pasalnya ketika perkantoran tutup maka aktivitas pemeliharaan gedung akan berkurang.

Biasanya gedung-gedung perkantoran dikelola oleh perusahaan yang khusus bergerak di bidang tersebut.

"Ada karyawan yang sifatnya outsourcing atau yang dibayar secara harian seperti itu. Nah ini juga di beberapa member kami itu sudah memulai menerapkan, terutama yang pekerja harian, itu sudah mulai diberhentikan sejak beberapa hari yang lalu. Itu sudah mulai ada," kata Ketua Umum Asosiasi Profesi Pemeliharaan Gedung atau Building Engineering Association (BEA) Mardi Utomo saat dihubungi detikcom, Minggu (22/3/2020).


Dia menjelaskan dampak dari kebijakan WFH bagi karyawan kantor sudah dirasakan oleh perusahaan pemelihara gedung dan bangunan.

"Makanya ini dampaknya sudah mulai terasa ya seperti yang tadi saya sampaikan. Pengurangan di sektor terutama yang pekerja harian sudah dilakukan. Sudah banyak yang dilakukan tapi belum semuanya," tambahnya.

Bagaimana dengan karyawan tetap? dia menjelaskan manajemen kemungkinan akan meminta mereka cuti tanpa digaji.

"Tapi kalau ini berlangsung lama pasti akan ada skenario, cuti yang tidak dibayar. Ya pasti nanti akan bisa diberlakukan. Cuma mudah-mudahan isu (wabah corona) ini tidak berkembang terlalu luas lah," jelasnya.

Hal semacam itu memang tidak bisa dihindari jika wabah corona terus memburuk. Kecuali perusahaan masih bisa bertahan di tengah situasi tersebut.

"Ya pekerja ini kan tergantung dari bisnisnya ya. Kalau bisnisnya survive tentunya pekerja juga akan mendapatkan suatu benefit yang mencukupi. Kalau seandainya bisnisnya ini kira-kira terpengaruh pasti juga ada impact kepada pekerja," terangnya.


Pihaknya pun berupaya untuk mempertahankan bisnis tanpa mengorbankan pegawai.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)