Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 24 Mar 2020 14:57 WIB

Ekonom Ini Sarankan Lockdown Biar Ekonomi RI Selamat dari Corona

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
WHO menyatakan virus corona COVID-19 sebagai pandemi. Pasalnya virus corona telah menyebar ke ratusan negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Ekonom senior Indef Dradjad Wibowo mengatakan di tengah pandemi corona yang telah mewabah di Indonesia, pemerintah harus lebih tegas untuk melakukan pencegahan penyebaran virus dibanding mempertimbangkan perekonomian.

Menurutnya, perekonomian saat ini sudah sangat tertekan karena virus corona. Penyelamatan terbaiknya adalah dengan mencegah wabah ini meluas, kalau perlu ambil langkah ekstrim untuk melakukan lockdown alias isolasi wilayah.

"Kalau mau menyelamatkan ekonomi maka harus cegah wabahnya. Justru penyelamatan ekonomi paling bagus dan terbaik adalah mencegah wabahnya, salah satunya lockdown," ungkap Dradjad lewat diskusi teleconference Indef, Selasa (24/3/2020).

Dradjad menilai pemerintah dan masyarakat harus lebih serius untuk mencegah wabah ini meledak. Dia mengatakan kalau tidak bisa mencegah wabah ini terus meluas, justru perekonomian akan makin anjlok, skenario terburuk tidak akan bisa diselamatkan.

"Kalau pemerintah ingin menyelamatkan ekonomi kita semua, pemerintah dan masyarakat harus all out untuk cegah wabah ini meledak. Pelajaran yang bisa diambil adalah kalau gagal mencegah wabah ini, ekonomi otomatis akan jauh merosot dan justru tidak ada lagi yang bisa diselamatkan," kata Dradjad.

Dradjad pun menolak anggapan bahwa tak perlu melakukan hal ekstrim macam lockdown Indonesia bisa selamat dari corona. Dia tidak ingin pemerintah lambat dan membiarkan perekonomian terlanjur merosot sangat dalam.

"Banyak yang bilang ekonomi harus diselamatkan dan nggak perlu melakukan kegiatan yang ekstrem. Pandangan ini keliru. Melihat pengalaman Iran dan, Italia, ketika wabah mereka besar ekonomi praktis berhenti," jelas Dradjad.



Simak Video "Ekonomi Asia Suram Imbas Corona!"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com