'Napas' Emas Diprediksi Masih Panjang, Bisa Tembus Rp 1 Juta/Gram?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 24 Mar 2020 23:00 WIB
Seorang customer service Bank BNI Syariah cabang Benhil Jakarta Pusat menunjukkan logam mulia emas batangan berukuran 10 dan 100 gram, akhir pekan lalu. Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia, penjualan emas terus meningkat meskipun nilai tukar rupiah anjlok terhadap dollar AS. Jakarta (8/26/2013)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Harga emas dunia di pasar spot diprediksi dapat tembus hingga US$ 1.657 per troy ounce (toz). Perlu diketahui, harga emas dunia di pasar spot hari ini menurut data RTI pada pukul 16.51 WIB sebesar US$ 1.588/toz.

Potensi kenaikan itu sangat besar apabila Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed dikabulkan menggelontorkan stimulus kualitatif tak terbatas oleh parlemen.

"Ini bisa terjadi apabila parlemen menyetujui tentang stimulus tersebut yang diinginkan oleh Bank Sentral Amerika dan pemerintah," tutur analis emas sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi kepada detikcom, Selasa (24/3/2020).

Dengan kenaikan harga emas dunia tersebut, harga emas batangan Antam diprediksi bisa melejit mendekati Rp 1 juta di kuartal II-2020.


"Tadi emas Antam akan menyentuh level di Rp 1 juta per gram apabila stimulus yang diinginkan pemerintah dan The Fed disetujui oleh anggota parlemen. Ini belum disetujui loh, belum disetujui saja sudah terbang. Nah kalau seandainya disetujui berarti akan ada dana tak terbatas yang digelontorkan ke pasar. Nah dengan sendirinya pasar tidak kembali panik, dan ini harga emas Antam akan kembali menguat dan menuju Rp 1 juta per gram. Jadi ini menunggu dari parlemen. Itu kuncinya di situ," jelas Ibrahim.

Kemudian ia juga memprediksi harga emas batangan Antam di perdagangan esok hari akan tembus Rp 942.508/gram. Hal ini didasari oleh harga emas dunia di perdagangan sore ini, dan juga kurs rupiah terhadap dolar yang sebesar Rp 16.500.

Namun, ia menegaskan potensi tersebut hanya terbuka lebar jika pengajuan stimulus oleh The Fed dikabulkan parlemen AS. Dengan kebijakan itu, ia yakin akan memberikan sentimen positif kuat terhadap pasar.

"Jadi walaupun Bank Sentral AS menurunkan suku bunga dan menggelontorkan stimulus, ini tidak sesuai dengan keinginan pasar, sehingga pasar kembali panik. Tetapi yang saat ini sudah digelontorkan, ini sesuai dengan rule di mana Bank Sentral akan menggelontorkan stimulus tak terbatas tetapi harus minta persetujuan dari parlemen. Ini kan berarti mengikuti alur, sehingga walaupun parlemen kemarin menolak, tetapi pasar sudah merespons positif," terang Ibrahim.



Simak Video "Hari Ini, Harga Emas Tembus Rp 1 Juta/Gram"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)