IMF Akan Hapuskan Utang 40 Negara Miskin Tahun 2006
Jumat, 09 Des 2005 11:58 WIB
Jakarta - IMF akan menghapuskan utang 40 negara termiskin di dunia mulai tahun 2006. Keputusan IMF tersebut merupakan bagian dari kesepakatan negara-negara kaya yang tergabung dalam G-8 yang dicapai di Gleneagles, Skotlandia pada Juni 2005 lalu.Dalam pertemuan tersebut, negara-negara kaya itu sepakat menghapuskan utang multilateral negara miskin yang diterima dari Bank Dunia, IMF dan Bank Pembangungan Afrika."Kami akan sangat bangga kalau bisa bergerak secepat mungkin dalam masalah ini. IMF tidak membuat keputusan ini tergantung pada langkah yang dilakukan oleh institusi lain," kata Direktur IMF Mark Allen seperti dikutip dari AFP, Jumat (9/12/2005).G8 sebelumnya menjanjikan akan menghapuskan utang negara termiskin di dunia sebesar US$ 40 miliar. Utang-utang tersebut dimiliki oleh Bank Dunia, IMF dan Bank Pembangunan Afrika.Dalam pertemuan tahunan yang digelar September lalu, IMF dan Bank Dunia sudah memberi lampu hijau atas rencana G8 tersebut. Kedua lembaga internasional ini sepakat untuk menghapuskan utang 38 negara miskin.Khusus untuk utang yang akan dihapuskan IMF mencapai US$ 4,8 miliar.IMF mengaku telah menyelesaikan rincian dari rencana penghapusan tersebut, dan akan menjadi lembaga pertama yang merealisasikan penghapusan utang. IMF mengaku mendapatkan dukungan dari 43 negara donor yang telah menandatangani program pengurangan kemiskinan IMF."Kami tidak dapat bergerak sebelum mendapat persetujuan dari 43 negara itu," kata Allen.Dari 40 negara termiskin yang akan mendapat penghapusan utang itu, 18 negara sudah diidentifikasi oleh G8 untuk masuk ke dalam prioritas utama. Negara-negara tersebut dinilai Bank Dunia dan IMF masuk ke dalam prakarsa Heavily Indebted Poor Countries (HIPC).Sementara review 20 negara lainnya diharapkan rampung dalam beberapa minggu ke depan. IMF menambahkan dua negara, yakni Kamboja dan Tajikistan, karena kedua negara ini memiliki pendapatan per kapita kurang dari US$ 380 per tahun. Angka tersebut hampir sama dengan tiga negara miskin tetangganya, yakni Liberia, Somalia dan Sudan.Negara-negara miskin yang beruntung itu antara lain Benin, Bolivia, Burkina Faso, Kamboja, Etiopia, Ghana, Guyana, Mali, Nikaragua, Niger, Rwanda dan Tanzania.
(qom/)











































