Senangnya Driver Ojol Mau Dapat BLT dari Jokowi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 26 Mar 2020 13:55 WIB
Pemadaman listrik massal yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta hingga Jawa Barat berdampak ke sejumlah sektor. Salah satunya adalah layanan ojek online.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada 29,3 juta masyarakat yang masuk dalam kelompok 40% termiskin di Indonesia, hingga kelompok pekerja informal termasuk para pengemudi atau driver ojek online (ojol).

Menanggapi itu, Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono memberi apresiasi pada langkah yang ditempuh pemerintah. Sebab, penghasilan driver turun drastis karena adanya virus corona.

Virus corona membuat order turun drastis karena banyaknya aktivitas perkantoran yang tutup. Tak hanya itu, pusat perbelanjaan juga banyak yang tutup.

"Jadi kita menanggapi rencana pemerintah untuk memberikan bantuan langsung tunai selama pandemi Covid. Kita melihat ini bagus sekali, kita apresiasi, memang ini untuk mengatasi penghasilan ojol yang makin turun drastis semenjak banyak yang tutup, pusat belanja, pekerja dirumahkan, jadi praktis ojol sulit mendapatkan order," terangnya kepada detikcom, Kamis (26/3/2020).

Igun menuturkan, penghasilan kotor rata-rata driver per hari nya sekitar Rp 200 ribu. Dia bilang, virus corona membuat penghasilan mereka turun lebih dari 70%.

"Sudah anjlok lebih dari 70%," katanya.

Igun mengatakan, BLT yang akan diberikan pemerintah akan mengurangi beban para driver. Dia berharap, paling tidak untuk memenuhi kebutuhan makan driver dan keluarganya.

"BLT yang akan dikeluarkan pemerintah itu kita berharap menggantikan penghasilan kami walaupun tidak sepenuhnya, setidaknya bisa menanggung, istilahnya buat makan kami sehari-hari, bagi keluarga," tutupnya.



Simak Video "Wapres Ma'ruf: Pemerintah Siapkan BLT untuk 15,2 Juta Keluarga Terdampak Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/eds)