Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 26 Mar 2020 14:55 WIB

Soal Kebijakan Lockdown di RI, Sandiaga Uno: Jangan Berdebat

Anisa Indraini - detikFinance
Sandiaga Uno Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pengusaha sekaligus mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta pemerintah baik pusat maupun daerah tidak perlu silang pendapat soal lockdown. Yang terpenting saat ini menurutnya adalah kesehatan masyarakat.

"Saya ingin mengajak kita semua jangan berdebat apakah kita melakukan lockdown. Ini bukan saatnya Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat saling bersilang pendapat karena kita harus utamakan kesehatan masyarakat," kata Sandiaga dalam telekonferensi melalui Google Meet, Kamis (26/3/2020).

Sandiaga berpendapat, jika wilayah tersebut sudah masuk zona merah maka pemerintah harus menurunkan petugas seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk mengamankan wilayah tersebut.

"Kalau zonanya sudah merah harus dilakukan pembatasan untuk menurunkan Satpol PP, Dinas Perhubungan juga bisa diturunkan untuk memantau ini. Bagi saya nggak ada kompromi, harusnya kesehatan masyarakat jangan ditunda," ucapnya.

Sandiaga pun mendukung jika pemerintah melakukan kebijakan partial lockdown atau mengunci sebagian wilayah. Namun dengan catatan pemerintah terlebih dahulu harus memberikan bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat yang berpenghasilan harian.

"Saya yakin pemerintah mampu melakukan partial lockdown. Tapi harus diberikan bantuan dulu baru partial lockdown. Begitu mereka pegang uang cash mereka akan lebih tenang dan mereka tidak akan keluar dari tempat tinggalnya, itu yang harus dilakukan. Itu harus dilakukan cepat (BLT) dalam hitungan minggu, (untuk) 40% (masyarakat) yang terbawah," sebutnya.



Simak Video "Warga India Panik Dilockdown"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com