Curhat Pengusaha Bus di Tengah Corona: Omzet Terjun Bebas!

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 26 Mar 2020 15:17 WIB
Sejumlah warga hilir mudik di kawasan Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta. Aktivitas di terminal tersebut tampak masih berjalan normal.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Merebaknya Corona (Covid-19) membuat omzet pengusaha bus anjlok signifikan. Pandemi tersebut membuat aktivitas masyarakat menurun sehingga order bus pun berkurang.

Apalagi pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudik walaupun tujuannya baik, untuk mencegah penyebaran Corona. Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan menjelaskan, per 20 Maret 2020, omzet operator bus anjlok 75% dibandingkan periode yang sama 2019.

"Wah (omzet) terjun bebas. (Omzet) Maret 2020 ini baru 23 persennya dari (omzet) Maret 2019. Berarti penurunannya sekitar 77%, ya 75% lah kurang lebih penurunannya. Gede sekali," kata dia saat dihubungi detikcom, Kamis (26/3/2020).

Bahkan selama Maret ini, operator bus tidak bisa bekerja secara optimal. Secara keseluruhan hanya 10 hari mereka bisa bekerja secara optimal.


Jika pemerintah benar-benar akan melarang masyarakat mudik maka perusahaan otobus akan kehilangan omzet lebih besar dari yang terjadi hingga hari ini..

"Kalau melihat keputusan pemerintah (berencana melarang mudik), dari sisi aspek bisnis betul ini akan terjadi lost yang sangat besar. Namun secara overall bulan Maret itu efektif kami hanya 10 hari bekerja yang optimal," terangnya.

Pihaknya pun mulai memangkas jumlah armada yang beroperasi karena sepinya jumlah pengguna bus.

"Itu 1 PO (perusahaan otobus) yang dalam kondisi biasa berangkat 25 bus hari ini yang beroperasi tinggal 7-8 bus. Itu pun isinya tinggal 20-25% per bus. Jadi sudah mulai kita lakukan memangkas jumlah armada yang berangkat," tambahnya.



Simak Video "Bertambah 4.071, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 252.923"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)