Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 27 Mar 2020 07:35 WIB

Beda Kebijakan Kemendag & Kementan Soal Impor Bawang

Vadhia Lidyana - detikFinance
Harga Jahe Merah hingga Bawang Bombai Digoyang Coronaq Foto: Anisa Indraini
Jakarta -

Pembebasan impor bawang putih dan bombai masih diperdebatkan. Kedua instansi pemerintah yang berwenang dalam pengajuan impor tersebut, yakni Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) saat ini masih berbeda pendapat.

Dalam pengajuan impor ini, pengusaha biasanya harus mengurus Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) kepada Kementan, dan selanjutnya mengajukan Surat Perizinan Impor (SPI) kepada Kemendag.

Namun, dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 27 tahun 2020, baik RIPH dan SPI untuk kedua komoditas tersebut tak diperlukan lagi. Importir juga tak lagi dipersyaratkan memberikan laporan surveyor (LS) atas kedua komoditas tersebut.

Sementara, Kementan melalui Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto menegaskan, RIPH tetap diberlakukan bagi importir bawang putih dan bawang bombai.


"Ya nggak bisa ditiadakan. RIPH nggak bisa ditiadakan," tegas Anton ketika dihubungi detikcom, Senin (23/3/2020).

Apa respons Kemendag menanggapi pernyataan pihak Kementan tersebut?

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Kemendag Impor 550 Ribu Ton Gula"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com