Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 27 Mar 2020 10:57 WIB

Tegal Lockdown, Ini Dampaknya ke Ekonomi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Pemerintah Kota Tegal melakukan Lockdown lokal dengan menutup jalur pantura dari arah Jawa Tengah maupun arah Jakarta sehingga kendaraan dialihkan ke Jalur Lingkar Utara (Jalingkut) mulai hari Senin (23/3/2020) hingga 14 hari mendatang. Tegal Lockdown/Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Jakarta -

Pemerintah Kota Tegal memutuskan untuk menutup total akses ke wilayahnya (lockdown) selama empat bulan ke depan. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19. Local lockdown ini akan diterapkan pada 30 Maret 2020 dan berakhir 30 Juli 2020.

Apa dampaknya ke perekonomian?

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan, lockdown akan berdampak besar pada ekonomi Tegal sendiri. Sebab, aktivitas ekonomi akan menyusut. Namun, dia bilang lockdown di Tegal tak memberi dampak besar pada ekonomi nasional.

"Tentunya dengan lockdown aktivitas ekonomi di Kota Tegal menurun, dampak terhadap Kota Tegal terasa besar karena tentunya lockdown aktivitas ekonomi akan jauh lebih menyusut. Tapi, dampak ekonomi nasional sangat kecil karena pertama itu tadi, kedua kontribusi dari perekonomian Tegal terhadap ekonomi nasional kecil," katanya kepada detikcom, Jumat (27/3/2020).

Dia menerangkan, lockdown Tegal sendiri telah dikonfirmasi oleh Gubernur Jawa Tengah bukan lockdown sepenuhnya. Dia bilang, lockdown tidak mengganggu arus logistik, baik menuju Jakarta maupun keluar Jakarta, sehingga dampaknya ke arus logistik bisa dikatakan tidak ada.

"Lockdown-nya Tegal ini kan sudah dikonfirmasi, baik Wali Kota maupun Gubernur Jateng. Lockdown itu isolasi terbatas bukan lockdown sepenuhnya lockdown karena arus logistik masih jalan, arus antar provinsi masih jalan karena kita tahu bahwasanya tol di luar kota," katanya.

"Untuk logistik yang menghubungkan Jakarta, Jawa Tengah, Semarang dan seterusnya tidak ada yang terhenti, semua masih berjalan, sehingga dampak lalu lintas logistik boleh dikatakan nggak ada," tambahnya.

Dirinya justru mengapresiasi lockdown yang dilakukan Pemerintah Kota Tegal. Menurutnya, yang bertanggungjawab atas kesehatan masyarakat di sebuah kota ialah Wali Kota.

"Saya kira yang dianggap lockdown Wali Kota Tegal arus manusia, keluar masuknya warga Tegal dari dan luar kota Tegal, itu saya kira yang dimaksud lockdown. Kalau saya mengapresiasi apa yang dilakukan Wali Kota Tegal karena yang menjadi penanggungjawab kesehatan masyarakat sebuah wilayah, di sebuah kota itu wali kotanya, bupatinya," ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan akses jalan protokol di dalam kota dan jalan penghubung antar kampung akan ditutup menggunakan beton. Langkah ini ditempuh untuk mencegah penyebaran corona.

"Kalau dilihat data, di Jakarta sudah ada 495 yang positif. Sementara banyak warga Kota Tegal dan sekitarnya yang merantau di Jakarta. Ini akan berpengaruh buruk untuk masyarakat Kota Tegal. Makanya, Kota Tegal akan gunakan local lockdown ini seluruhnya. Ada 49-50 titik akan ditutup menggunakan beton," kata Dedy Yon usai menggelar rapat koordinasi dengan Forkompinda di Kantor Diskominfo Tegal, Kamis (26/03/2020).



Simak Video "Isolasi Wilayah, Perbatasan Kota Tegal Kini Dipasang Beton"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com