Cegah Masyarakat Mudik, Kemenhub Minta Bantuan RT-RW

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 27 Mar 2020 13:55 WIB
mudik di gambir
Ilustrasi mudik/Foto: salmah muslimah
Jakarta -

Pemerintah meminta masyarakat agar tidak mudik demi mencegah penyebaran virus corona. Bahkan, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi meminta jajaran RT-RW (Rukun Tetangga-Rukun Warga) pun ikut menahan masyarakatnya bepergian.

Jajaran RT-RW bisa mengakomodir bantuan atau insentif dari masyarakat yang mampu untuk diberikan kepada para pekerja sektor informal yang kehilangan pendapatan karena corona. Bantuan itu dinilai bisa membujuk perantau yang bekerja di sektor informal untuk tidak mudik.

"Jadi ini insentif juga bisa dari masyarakat, misalnya bagi masyarakat yang mampu, bantu lingkungannya. Mungkin di tingkat RT/RW yang bisa mengakomodir bisa saja mereka membujuk orang yang mau mudik, khususnya yang kerja di sektor informal untuk tidak pulang," kata Budi lewat video conference bersama wartawan, Jumat (27/3/2020).

"Dikasih insentif sembako atau lainnya, kasih dia kegiatan untuk dapatkan makan dan pendapatan," ungkapnya.

Pasalnya menurut Budi untuk mencegah orang mudik bukan cuma dibutuhkan larangan plus hukuman untuk yang melanggar. Harus ada ganjaran bagi mereka yang tidak mudik, apalagi bagi perantau yang bekerja di sektor informal.

"Kalau mau pelarangan itu butuh reward punishment. Kalau mudik akan dapat hukuman apa, dan kalau mereka yang tidak mudik, mungkin sektor informal, diarahkan untuk dapat bantuan," ungkap Budi.

Dengan melibatkan bantuan masyarakat yang mampu dan dikoordinir oleh jajaran RT/RW, insentif untuk warga yang membutuhkan tak perlu menunggu dari pemerintah.

"Soal insentif itu jangan hanya pemerintah saja yang pikirkan, kan kita melihat struktur anggaran dan regulasinya dulu nih, bisa juga insentif langsung dari masyarakat," kata Budi.



Simak Video "Warga Solo Silaturahmi ke Kerabatnya yang Dikarantina"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)