Omzet Pengusaha Warteg Anjlok 50% Dihantam Corona

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 27 Mar 2020 16:37 WIB
warteg murah
Ilustrasi Warteg/Foto: Istimewa
Jakarta -

Pengusaha warung tegal (warteg) mengalami penurunan omzet yang cukup dalam terkena dampak virus corona. Omzet mereka turun sekitar 50% karena corona membuat dagangan mereka sepi pembeli.

"Drastis, hampir 50%," kata Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni kepada detikcom, Jumat (27//3/2020).

Mukroni menjelaskan, rata-rata warteg kecil memperoleh omzet sekitar Rp 500 ribu per harinya. Sementara, untuk warteg besar bisa memperoleh omzet sampai Rp 2 juta per hari.

"Sehari bisa Rp 500 ribu kalau kecil, paling Rp 1 juta per hari, (turun) Rp 100-200 ribu lumayan. Kalau yang besar malah tambah payah yang biasanya Rp 2 juta drop 50% kan nggak bisa nutupin lagi," terangnya.

Dia menyebut, jumlah pengusaha warteg di Jakarta sampai 40.000 orang. Saat ini, pengusaha warteg bingung karena Pemerintah Kota Tegal menerapkan kebijakan lockdown karena sulit kembali ke kampung halaman namun di sisi lain untuk bertahan hidup di Jakarta biayanya tak sedikit.

"Kedua, pemerintah juga harus mengantisipasi. Kondisi ekonomi warung-warung, di Jakarta ini terus terang dengan adanya corona ini warteg ini mengalami penurunan omzet pendapatan," ujarnya.



Simak Video "Omzet Turun 90%, Warteg Warmo Pecat 10 Karyawannya"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)