Tak Cuma Uang, Orang Kaya Juga Perlu Sumbang APD ke Tenaga Medis

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 27 Mar 2020 17:50 WIB
Sudah lebih dari 125 ribu orang positif virus Corona secara global. Sementara jumlah korban meninggal telah melampaui 4.600 orang.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Beberapa konglomerat di berbagai negara sudah mengucurkan hartanya untuk meredam imbas virus corona. Jumlah sumbangan yang dikeluarkan juga tidak sedikit, bahkan ada yang menyumbang sampai senilai triliunan rupiah untuk membantu rumah sakit menangani pandemi tersebut.

Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, kehadiran bantuan para orang-orang kaya RI dalam situasi saat ini sangat penting. Terutama untuk meringankan beban pemerintah menanggulangi wabah tersebut.

"Pengusaha atau orang-orang kaya ini semestinya bisa berperan sangat besar dalam membantu pemerintah dalam kondisi saat ini terutama dalam upaya penanggulangan wabahnya," ujar Faisal kepada detikcom, Jumat (27/3/2020).

Untuk saat ini, bantuan yang paling tepat yang bisa disumbangkan para orang kaya RI adalah berupa bantuan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis.

"Bentuk bantuannya beragam, mulai dari dana penyediaan alat-alat kesehatan, alat pelindung diri (APD) seperti masker, obat-obatan, termasuk desinfektan, selain itu juga bisa dalam bentuk fasilitas pendukung seperti kendaraan operasional, akomodasi unuk tenaga medis dan lainnya," paparnya.

Di kesempatan berbeda, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede pun berpandangan serupa. Bantuan APD untuk tenaga medis seharusnya lebih dulu menjadi prioritas sebelum menyumbang dalam bentuk bantuan lainnya.

"Kalau kita lihat kemarin dari sisi penanganan covid-19, bagaimana mendorong bantuan buat tenaga medis ini jadi penting, dan juga kalau kita lihat beberapa rumah sakit kekurangan APD dan logistik kesehatan, ya jadi mungkin bisa berkontribusi di situ, tentu kalau itu diberikan bisa meringankan pemerintah dari sisi medisnya," kata Josua kepada detikcom.

Untuk pemberian APD sendiri, ada baiknya para orang kaya RI bisa menyampaikannya melalui pemerintah terlebih dahulu baik itu pemerintah pusat maupun daerah.

"Saya pikir bisa melalui pemerintah, namun bisa juga langsung kepada lembaga swadaya masyarakat untuk menyalurkannya ke rumah sakit. Tapi ada baiknya ke pemerintah saja, karena kita tidak tau ya pembeliannya bagaimana, dan rumah-rumah sakit mana saya yang kekurangan," pungkasnya.

Untuk diketahui, sejauh ini memang ada orang kaya di RI yang sudah turun tangan memberi bantuan. Salah satunya adalah orang terkaya RI sekaligus Pendiri Grup Mayapada Dato Sri Tahir yang mengucurkan sebanyak Rp 52 miliar bantuan untuk penanganan wabah virus corona.

Bantuan ini dibagi-bagi untuk warga DKI Jakarta sebesar Rp 22 miliar, untuk warga Jawa Barat sekitar Rp 10 miliar, Jawa Tengah Rp 10 miliar, dan Jawa Timur Rp 10 miliar.

Selain uang tunai, penyaluran bantuannya juga dalam bentuk voucher makanan dan alat-alat kesehatan seperti masker, infrared thermometer dan hand sanitizer untuk rakyat kecil.



Simak Video "Kasus Corona di RI Melonjak, 4 September Tambah 3.269"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)