Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 29 Mar 2020 21:30 WIB

Penerbangan Sepi, Maskapai Minta Pesawat Gratis Parkir

Anisa Indraini - detikFinance
Ujicoba Terminal 3 Ultimate Soetta Foto: Maikel Jefriando
Jakarta -

Industri penerbangan di Tanah Air tengah memasuki masa-masa sulit akibat virus corona. Pada saat ini, pemerintah diminta hadir untuk menyelamatkan para maskapai dari kerugian yang lebih besar lagi.

Ketua Umum Asosiasi maskapai Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Denon Prawiraatmadja meminta keringanan dengan menunda Pajak Penghasilan (PPh) badan.

"Tentu kita meminta relaksasi di sisi lain contohnya perpajakan. Sehingga kalau kita mendapat tunda bayar akan membantu perusahaan untuk bisa mengalokasikan dana cadangan tersebut untuk menunjang kegiatan yang tidak mendapatkan revenue ini," ujar Denon kepada detikcom, Minggu (29/3/2020).

Selain itu, pihaknya juga meminta diskon pembiayaan di kegiatan bandar udara seperti biaya bahan bakar, navigasi, hingga biaya parkir.

"Kita sebagai maskapai diimbau untuk menurunkan penerbangan, otomatis kan pada parkir. Parkirnya kan nggak bisa parkir di luar airport, harus di dalam airport. Bagaimana perlakuan parkir itu apakah berbayar, kalau berbayar udah nggak boleh terbang masa disuruh bayar. Fairness biaya-biaya airport termasuk navigation service dan sebagainya, termasuk biaya-biaya pertamina yang kita coba propose ke pemerintah," sebutnya.


Jika tidak ada respons positif yang cepat dari pemerintah, Denon memastikan akan terjadi tindakan yang tidak diinginkan seperti PHK karyawan sebagai upaya penyelamatan perusahaan.



Simak Video "Sederet Maskapai Dunia yang Bangkrut Gara-gara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com