Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 30 Mar 2020 15:56 WIB

Banyak yang Kerja dari Rumah, Driver Online Kena Apesnya

Soraya Novika - detikFinance
Sejumlah taksi online menunggu orderan di kawasan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta. Sejumlah kalangan menyambut positif rencana pemberlakuan Permenhub 108/2017. Foto: Pool
Jakarta -

Semenjak adanya kasus positif corona di Indonesia, imbauan kerja dari rumah atau work from home terus digaungkan pemerintah. Banyak pekerja dari berbagai sektor sudah menerapkan imbauan itu. Hal ini membuat pesanan penumpang bagi taksi online menurun drastis.

Para driver taksi online mau tak mau harus rela kehilangan insentifnya karena tak mencapai target. Setidaknya itu yang dirasakan oleh salah satu driver taksi online asal Cikarang, Bekasi.

"Saat ini kami sebagai driver taksi online sedang sedih sekali. Dari tanggal 20 Maret kemarin, para driver sudah mulai merasakan dampak corona, sudah tak ada penumpang karena semua sekolahan kan pada tutup, yang kuliah dan yang kerja juga begitu," ujar Tabrani kepada detikcom, Senin (30/3/2020).

Biasanya Tabrani mampu mengumpulkan pendapatan hingga Rp 1,3 juta per minggunya. Namun, sejak tanggal 23 Maret 2020 lalu, pendapatannya mentok di angka Rp 60.000-70.000 saja. Bahkan, hari ini Tabrani mengaku tak memperoleh satupun orderan penumpang.

"Saat ini untuk makan sehari-hari saya dan keluarga pakai uang setoran yang seharusnya terkumpul (sebagai tabungan) sekarang jadi habis untuk makan seadanya, karena memang sedih sih, pendapatannya tidak ada lagi," sambungnya.

Ia mengaku sedikit kecewa dengan pihak aplikator, sebab menurutnya tak memberi solusi maupun keringanan apalagi bantuan tambahan apapun untuk kehidupan para driver taksi online. "Yah bagaikan pungguk merindukan rembulan pokoknya," ucapnya.

Untuk itu, ia berharap pemerintah bisa turun tangan memberi bantuan bagi para driver taksi online maupun buruh lepas lainnya yang kesulitan menghidupi keluarga selama wabah ini terjadi.

"Kebijakan pemerintah soal perbankan menurut saya belum terkondisikan dengan baik, semoga bisa segera dibantu kami-kami ini yang mencari nafkah di jalan atau bisa dibilang buruh harian lepas," pungkasnya.

Dihubungi terpisah beberapa waktu lalu, driver Ojol yang sehari-harinya mengangkut penumpang untuk berangkat dan pulang kerja juga mengalami sepi orderan. Hal itu diakui oleh Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono, yang juga aktivis ojek online.

"Saat ini aja kan statusnya work from home ya, bekerja dari rumah, itu saja sudah menurunkan penghasilan para ojek online secara signifikan. Khususnya yang layanan penumpang ya," ujar Igun.

Menurutnya, sejak tiga hari pemberlakuan WFH di beberapa kantor, pendapatan ojek online turun. Igun bilang pendapatan driver ojek online turun hampir 50%.

"Turun, waktu hari pertama Senin tanggal 16 kemarin kan terjadi crowd transportasi umum kan, itu ada limpahan lah dari penumpang. Sekarang udah mulai sangat berkurang. Karena kan penumpang berangsur-angsur yang biasa rutinitas kerja menggunakan ojek online udah mulai di rumah," ujar Igun.



Simak Video "Saat 4 Gadis Durjana Bunuh Sopir Taksi Online di Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com