RI Pasar Empuk Baja Cina

RI Pasar Empuk Baja Cina

- detikFinance
Sabtu, 10 Des 2005 14:10 WIB
Jakarta - Indonesia akan menjadi sasaran empuk membanjirnya produk baja asal Cina pada tahun depan. Apalagi saat ini tidak ada pengaturan yang jelas untuk importirnya."Membanjirnya impor baja bila tidak dicegah akan semakin banyak lagi yang datang. Yang perlu diwaspadai adalah produksi baja dari Shanghai tahun 2006 sekitar 116 juta ton," kata Dirut Krakatu Steel Daenul Hay di Jakarta, Sabtu (10/12/2005).Angka produksi baja Cina ini, ungkap Daenul, tidak main-main, karena kemungkinan besar akan dilempar ke Indonesia, mengingat letaknya yang paling dekat. Cina adalah salah satu pemasok baja terbesar dunia.Menurut Daenul, jika tidak diantisipasi dari sekarang, maka dikhawatirkan industri baja dalam negeri akan kolaps."Sebaiknya untuk pencegahan membanjirnya baja asal Cina, importir umum dilarang, dan yang diperbolehkan importir produsen saja," usul Daenul.Diakui Daenul, pihak Krakatau Steel telah meminta penyidikan adanya dumping produk baja jenis hot roiled coil (HRC) dari Cina. Pasalnya produk baja Cina harga jualnya lebih rendah dari pada ongkos yang dikeluarkan sampai ke Indonesia."Kami harapkan pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) telah ditetapkan pada semester satu tahun depan," pinta Daenul.Sementara itu Ketua Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) Ridwan Kurnaen mengatakan, Krakatau Steel telah salah alamat dalam mengajukan petisi terjadinya dumping baja Cina dengan mengirim permintaan penyidikan ke Menteri Perdagangan (Mendag).Padahal, ungkap Ridwan, dengan langsung minta ke KADI akan bisa ditindaklanjuti. Akibatnya petisi yang diajukan ke Mendag itu sampai saat ini belum ada penyidikan."Kita masih menunggu bukti-bukti yang akan diserahkan Krakatau Steel ke KADI, setelah itu akan ditindaklanjuti," janji Ridwan. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads