Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 31 Mar 2020 07:25 WIB

14.000 Warga Jabodetabek Mudik Pakai Bus Saat Darurat Corona

Danang Sugianto - detikFinance
Mudik atau pulang kampung jadi agenda wajib masyarakat Indonesia jelang lebaran. Tahu ngga, di beberapa negara ini juga ada tradisi mudik lho. Penasaran? Foto: Getty Images
Jakarta -

Imbauan pemerintah untuk tidak mudik di musim Lebaran tahun ini sepertinya hanya jadi angin lalu. Banyak warga Jabodetabek yang sudah mudik saat wabah corona masih merebak.

Mereka yang 'nyolong start' mudik jumlahnya cukup besar. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku mendapatkan laporan dalam 8 hari terakhir sudah ada sekitar 14 ribu warga Jabodetabek sudah mudik. Itupun yang hanya menggunakan bus.

"Selama 8 hari terakhir ini ada 876 armada bus antar provinsi yang membawa kurang lebih 14.000 penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY Yogyakarta," ujarnya saat membuka rapat terbatas secara online, Senin (30/3/2020).

Jumlah penumpang mudik itu belum ditambah dengan pemudik yang sudah berangkat lebih dulu menggunakan transportasi massal yang lain. Seperti kereta api, kapal laut, pesawat dan kendaraan pribadi.

Lalu apa alasan pemerintah larang mudik tahun ini?

Pemerintah mengeluarkan imbauan tujuannya untuk menahan penyebaran virus corona. agar tidak semakin meluas. Mudik menjadi perhatian lantaran setiap tahunnya menimbulkan pergerakan orang yang begitu besar.

"Siang hari ini kita perlu membahas secara khusus karena tradisi ini melibatkan mobilitas orang yang sangat banyak. Sebagai gambaran 2019 terjadi pergerakan kurang lebih 19,5 juta ke seluruh wilayah Indonesia. oleh sebab itu di tengah merebaknya pandemi covid-19, adanya mobilitas orang sebesar itu sangat berisiko memperluas penyebaran Covid-19," ucapnya.

Jokowi pun menekankan kepada para menterinya, fokus pemerintah adalah mencegah meluasnya Covid-19 dengan mengurangi atau membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain. Jokowi meminta langkah tegas agar mencegah terjadinya hal tersebut.


"Saya juga minta dilakukan langkah-langkah yang lebih tegas untuk mencegah terjadinya pergerakan orang ke daerah. Saya melihat sudah ada imbauan dari tokoh-tokoh dan gubernur, agar perantau di Jabodetabek untuk tidak mudik. Dan ini saya minta ini untuk diteruskan dan digencarkan lagi, tapi menurut saya imbauan seperti itu belum cukup. Perlu langkah-langkah yang lebih tegas untuk menutup rantai penyebaran Covid-19 ini," tuturnya.

Meski begitu ternyata Jokowi belum mengambil keputusan tegas tentang mudik tahun ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Cerita Film Pendek Jangan Mudik dari Polda Sulsel"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com