Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 31 Mar 2020 18:30 WIB

Dampak Pembatasan Sosial Skala Besar

Anisa Indraini - detikFinance
Imbauan untuk kurangi aktivitas di luar rumah membuat lalin di Jakarta kini lengang. Imbauan itu turut berkontribusi pada perbaikan kualitas udara di ibu kota. Foto: Antara Foto
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil langkah lebih lanjut guna menekan penyebaran virus corona. Bukan dengan karantina wilayah atau lockdown, melainkan pembatasan sosial berskala besar.

Pembatasan sosial berskala besar adalah pembatasan kegiatan untuk mencegah penyebaran penyakit dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi atau terkontaminasi penyakit. Kebijakan ini meliputi sejumlah poin di antaranya peliburan sekolah dan tempat kerja, hingga pembatasan kegiatan di tempat umum.

Pengamat Ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal menilai keputusan ini dapat memberikan dampak ekonomi yang tidak terlalu besar dibandingkan harus lockdown.

"Positifnya, penurunan aktivitas ekonomi tidak setajam kalau lockdown. Dalam jangka pendek dropnya tidak terlalu drastis dibanding kalau lockdown total," kata Faisal kepada detikcom, Senin (30/3/2020).

Meski begitu, kebijakan ini dinilai memberikan ketidakpastian yang lebih lama terhadap ekonomi. Lantaran kebijakan yang diambil pemerintah saat ini dinilai kurang efektif untuk menekan penyebaran virus corona.

"Kalau dalam jangka panjang ini efektivitasnya dalam menangkal wabah kurang efektif dibanding lockdown total. Sehingga bisa jadi dalam jangka pendek dropnya tidak seberapa, tapi berlarut-larut karena wabahnya tidak cepat selesai. Dibanding kalau lockdown total langsung drop aktivitas ekonominya, tapi lebih efektif dalam menangkal wabah sehingga recovery-nya bisa lebih cepat," ucapnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, selain mempertimbangkan ekonomi pemerintah dinilai mempertimbangkan sosial budaya masyarakat Indonesia yang tidak terbiasa dengan karantina. Mengingat banyak pekerja sektor informal di Indonesia.

"Saya pikir selain mempertimbangkan ekonomi, mempertimbangkan faktor sosial budaya juga dari masyarakat kita yang belum terbiasa dengan karantina ini. Kalau pembatasan sosial berskala besar ini kan seperti ojek online masih bisa beraktivitas cuma untuk mengantar makanan atau barang ada aktivitasnya. Pasti menurun tapi tidak sama sekali berhenti," ujarnya.

Lalu, kenapa lockdown tidak jadi pilihan untuk menekan penyebaran corona? Apakah pemerintah belum siap?

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kehidupan di Jerman Tampak Mulai Menggeliat"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com