Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 31 Mar 2020 18:50 WIB

Rizal Ramli Minta Setop Pindah Ibu Kota, Dananya Mending Buat Corona

Anisa Indraini - detikFinance
Rizal Ramli Foto: Trio Hamdani
Jakarta -

Ekonom Senior Rizal Ramli berkomentar soal keputusan pemerintah yang melebarkan defisit APBN dari 3% menjadi 5,07% untuk menanggulangi dampak yang ditimbulkan dari penyebaran virus corona (COVID-19).

Rizal mengatakan, daripada menambah utang lagi yang berdampak pada nilai rupiah, pemerintah diminta untuk menyetop semua proyek infrastruktur termasuk pindah ibu kota.

"Ketimbang melakukan realokasi anggaran radikal (hentikan sementara semua proyek-proyek infrastruktur, termasuk ibu kota baru), pemerintah bermaksud menambah defisit anggaran dari 3% ke 5% GDP. Dengan cara menambah utang lagi dan/atau 'cetak uang' dengan bungkus recoverybond. Nilai rupiah akan semakin jatuh," kata Rizal dalam keterangannya yang dikutip detikcom, Selasa (31/3/2020).

Selain itu, langkah ini dinilai hanya menimbulkan skandal baru bagi sektor keuangan ke depannya.

"Pengembalian BLBI dalam bentuk asset, ketika dipaksa jual IMF, recovery ratenya hanya 25%. Tanpa governance dan transparansi yang benar, R-bonds kemungkinan hanya akan jadi skandal keuangan berikutnya," ucapnya.



Simak Video "Rizal Ramli Sebut BPJS Dibentuk Dengan Keterpaksaan"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com