Gojek hingga Tokopedia Diajak Terlibat Salurkan BLT

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 31 Mar 2020 23:09 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: shutterstock
Jakarta -

Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran hingga Rp 405 triliun untuk menangkal imbas corona ke sektor ekonomi. Dari dana tersebut ada yang dialokasikan untuk BLT alias bantuan langsung tunai.

Pertanyaannya, bagaimana mekanisme penyaluran dana tersebut sampai menyentuh ke masyarakat miskin?

"Pemerintah berusaha dari Kementerian Keuangan melindungi masyarakat, kita juga berpikir setelah Rp 405 triliun ini ke bawahnya bagaimana," ujar Guru Besar Universitas Brawijaya, Candra Fajri Ananda saat diskusi 'Meneropong Fiscal Policy Atasi Corona, Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Pria yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal Sektoral ini mengatakan pemerintah masih berdiskusi dengan para perusahaan digital seperti Gojek, Grab, hingga Tokopedia untuk mendata masyarakat khususnya pekerja informal.


Menurut Candra, big data dari perusahaan digital ini nantinya akan disesuaikan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) agar penyalurannya tepat sasaran.

"Kita sudah memasukan big data dari Gojek, Tokopedia karena untuk data kemiskinan terbaru BPS tidak punya, itu bisa kerja sama dengan Grab, Gojek, Tokopedia sehingga bisa diberikan stimulus sekitar Rp 110 triliun untuk social safety net," jelasnya.

Sebagai informasi pemerintah menganggarkan dana insentif di tengah pandemi corona ini mencapai Rp 405,1 triliun yang dialokasikan sebesar Rp 75 triliun untuk belanja bidang kesehatan, Rp 110 triliun untuk perlindungan sosial, Rp 70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat (KUR), serta Rp 150 triliun untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada 29,3 juta masyarakat yang masuk ke dalam kelompok 40% termiskin di Indonesia, hingga para kelompok pekerja informal termasuk para pengemudi ojek online (ojol).

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan kebijakan ini dikeluarkan pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat di tengah pelemahan ekonomi akibat dampak virus corona (COVID-19).

"Untuk meningkatkan daya beli, kita bagi dalam beberapa kelompok tujuan stimulus, pertama pasti adalah masyarakat rumah tangga termiskin, 40% rumah tangga termiskin, 29,3 jt akan alokasikan dalam bentuk bantuan langsung tunai," kata Susi saat video conference BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020).



Simak Video " JK Usul Pemerintah Kasih BLT Saja, Jangan Sembako"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)