Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 01 Apr 2020 14:25 WIB

Kunjungan Turis Asal China ke RI Anjlok!

Hendra Kusuma - detikFinance
Turis di Pantai Canggu Foto: (Aditya Mardiastuti/detikTravel)
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah turis alias wisatawan mancanegara (wisman) asal China turun drastis di Februari 2020. Bahkan wisman asal China tidak masuk ke dalam lima besar asal negara turis yang datang ke Indonesia. Hal itu dikarenakan penyebaran virus corona (COVID-19).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan dari jumlah wisman tercatat 885,1 ribu per Februari 2020, angka tersebut menurun 30,42% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,09 juta.

"Ini yang terjadi padi Februari, kita perkirakan pada Maret penurunannya akan jauh lebih dalam," kata Suhariyanto dalam paparannya via video conference, Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Suhariyanto menyebut lima negara asal turis yang banyak mengunjungi Indonesia per Februari tahun ini, pertama dari Malaysia jumlahnya 175,3 ribu atau 19,8%, disusul oleh Australia sebanyak 90,7 ribu atau 10,2%, lalu Singapura sebanyak 88,7 ribu atau 10,0%, lalu Timor Leste sebanyak 80,7 ribu atau 9,1%, kelima ada India sebanyak 41,9 ribu atau 4,7%, dan lainnya sebanyak 407,8 ribu atau 46,1%.

Berdasarkan bulan ke bulan (MtM) penurunan jumlah turis asal China sebesar 93,5%, lalu disusul Papua Nugini sebesar 84,63%, dan Kuwait sebesar 59,75%. Sedangkan negara yang mengalami peningkatan seperti Perancis sebesar 24,89%, Jepang sebesar 22,40%, dan Jerman sebesar 14,15%.

Sedangkan berdasarkan tahun ke tahun (YoY), penurunan jumlah turis asal China juga menjadi yang paling besar yaitu 94,11%, lalu disusul Hong Kong sebesar 93,16%, dan Papua Nugini 78,82%. Sedangkan yang naik berasal dari Rusia sebesar 61,33%, Perancis sebesar 22,92%, dan Australia sebesar 18,11%.

"Kalau kita lihat penurunan jumlah wisman terjadi di semua pintu masuk, terbesar di Skouw penurunannya 100%, karena Papua Nugini menutup pintu masuknya, kedua di Bandara Sam Ratulangi Manado, sebagian besar yang datang ke Manado adalah Tiongkok, ketiga Tanjung Pinang," jelasnya.

Jika dihitung secara kumulatif, maka jumlah turis yang datang ke Indonesia sebanyak 2,15 juta atau turun 11,80% selama Januari-Februari 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan jumlah wisman juga berdampak pada tingkat penghunian kamar (TPK). Pria yang akrab disapa Kecuk ini bilang TPK di Februari tahun ini sebesar 49,22 atau naik tipis 0,05 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Namun jika dibandingkan dengan Februari 2019 turun 3,22 poin.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com