Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 01 Apr 2020 14:16 WIB

Edhy Prabowo Lepas Ekspor 3.200 Ton Hasil Perikanan ke 13 Negara

Inkana Putri - detikFinance
KKP Foto: Dok. KKP
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP), Edhy Prabowo melepas secara langsung ekspor hasil perikanan di Pelabuhan Peti Kemas (PTK) Koja, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan ini, kata Edhy, merupakan upaya untuk menggeliatkan ekonomi di tengah wabah Covid-19.

"Ditengah situasi merebaknya kasus Covid-19 saat ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya untuk menggeliatkan ekonomi melalui kinerja ekspor hasil perikanan," ujar Edhy dalam keterangan tertulis, Rabu (01/4/2020).

Adapun volume hasil perikanan yang diekspor sebesar 3.200 ton atau senilai Rp 194,6 miliar. Menggunakan KM OOCL Guangzhou, hasil perikanan tersebut berasal dari 36 perusahaan Indonesia yang dikemas dalam 115 unit kontainer.

"Ini dikirim ke 13 negara tujuan yakni Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Mauritus, Reunion, Taiwan, Thailand, USA, Vietnam dan Lithuania," jelasnya.

Edhy menambahkan, komoditi yang diekspor pada ini terdiri dari 28 jenis yaitu udang, cumi, paha kodok, sotong, cunang, cakalang, yellow fins tuna, kakap merah, kerupuk ikan. Selain itu, ada juga bawal putih, kepiting kaleng, udang asin, tepung ikan, minyak ikan, keong kaleng, tempura udang, loin tuna, ikan kakak tua, ikan layaran, ikan kerapu, marlin, kepiting salju, ikan gulama, ikan barakuda, ikan cobia, ikan sebelah dan tepung udang.

"Alhamdulillah, kita masih dapat melakukan ekspor hasil perikanan dari 1 titik pemberangkatan di Tanjung Priok ini," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Edhy juga menyerahkan Surat Kesehatan Ikan/Health Certificate (HC) kepada eksportir hasil perikanan serta menyaksikan pemuatan (loading) komoditas ekspor ke atas kapal. Ia menjelaskan, KKP akan terus melakukan terobosan dan menyederhanakan prosedur ekspor sesuai dengan kebijakan fiskal, dengan menyederhanakan prosedur dan persyaratan ekspor.

"Bila persyaratan tidak diperlukan oleh negara tujuan, untuk apa kita persyaratkan," katanya.

Edhy menegaskan, kinerja ekspor dapat berjalan dengan sangat baik apabila semua instansi bersama kementerian dan lembaga saling koordinasi dan bersinergi.

"Saya akan jamin bahwa perizinan di sektor kelautan dan perikanan mudah dan kondusif," pungkasnya.

Sekadar informasi, kehadiran Edhy di PTK Koja didampingi oleh Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) dan Direktur Utama Indonesia Port Corporation (IPC) dan Direktur Utama PTK Koja.

(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com