Toko Tani Kementan Gandeng Gojek Tangani Ketersediaan Pangan

Mustiana Lestari - detikFinance
Rabu, 01 Apr 2020 18:16 WIB
Kementan
Foto: Kementan
Jakarta -

Menangani ketersediaan pangan di tengah pandemi Corona, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kerja sama dengan Gojek dalam transaksi pemesanan bahan pangan di Pasar Mitra Tani/Toko Tani Indonesia Center (TTIC).

Menurut Kepala Pusat Distrbusi dan Cadangan Pangan, Risfaheri, kerja sama dengan Gojek merupakan kesempatan bagi masyarakat agar lebih mudah memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.

"Di Pasar Mitra Tani ini kita menjual kebutuhan pangan pokok di bawah harga pasar," kata Risfaheri dalam keterangan tertulis, Selasa (1/4/2020).

Risfaheri berharap, kerja sama tersebut memberi kemudahan masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan pokok dengan sistem online melalui aplikasi Gojek.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi menyatakan ketersediaan pangan saja tidak cukup menjamin ketahanan pangan, tetapi juga harus didukung distribusi pangan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Yang utama adalah menjaga produksi, kita jamin produksinya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Yang kedua kita menjaga distribusinya bisa sampai ke setiap provinsi dan kabupaten di seluruh Indonesia" ujar Agung.

Agung menjamin jika produksi saat ini selalu terjaga dengan baik, dan dipastikan petani tetap berproduksi. Namun, dia juga tidak memungkiri dampak pandemi Corona juga berpengaruh terhadap ketersediaan pangan.

"Ketersediaan pangan itu mencakup produksi dan distribusi. Jika ini terjaga, otomatis hargapun terkendali," ungkapnya.

Lebih lanjut Agung menjelaskan penjualan komoditas pangan murah melalui Pasar Mitra Tani/Toko Tani Indonesia dilakukan di setiap provinsi dengan tetap memperhatian physical distancing untuk menekan penyebaran virus Corona. Bagi masyarakat yang akan pesan atau berbelanja di TTIC, jumlah maksimal pembelian dibatasi.

"Ini semua kita atur, untuk mencegah pihak-pihak tertentu membeli dalam jumlah banyak, jika tidak demikian, akan terjadi rush buying yang justru merugikan masyarakat itu sendiri," tegas Agung.

Sementara itu, salah seorang driver Gojek, Mustafa mengakui adanya penurunan order yang cukup signifikan, namun saat ini orderan bahan pangan dari TTIC banyak dia terima. Menurutnya yang banyak dipesan saat ini adalah beras, bawang dan gula pasir.

"Hari ini saya sudah tiga kali bolak balik mengambil orderan di sini, pemesan dari tempat jauh juga order ke sini, mungkin orang tidak banyak keluar rumah jadi belanja kebutuhan pangan juga melalui Gojek," ujarnya.



Simak Video "Kementan Targetkan 1 Juta Hektare Untuk Lumbung Pangan"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)