Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Apr 2020 10:07 WIB

Apa Bedanya Pekerja Keras dan Workaholic?

Aulia Damayanti - detikFinance
Potret kehidupan Pekerja di Jepang yang Keras Foto: David Tesinsky
Jakarta -

Dalam mencapai kesuksesan sering kali orang harus bekerja keras untuk mencapai cita-cita dan mimpinya. Namun, begitu kerasnya bekerja sering kali Anda akan dijuluki sebagai workaholic.

Kalau lembur terus termasuk pekerja keras atau workaholic? Kalau weekend masih berkutat dengan pekerjaan termasuk pekerja keras atau workaholic?

Pekerja keras dan workaholic memang sulit dibedakan karena keduanya sama-sama berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.

Berdasarkan identifikasi dari JobStreet, Kamis (2/4/2020), ada beberapa hal yang menjadi perbedaan antara pekerja keras dan workaholic. Yuk disimak.

Work Life Balance
Seorang pekerja keras tahu kapan harus bekerja dan istirahat. Maka, jika pekerja keras akan menggunakan waktu liburannya untuk istirahat dan bersantai

Sedangkan workaholic pada saat liburan, masih berkutat dengan pekerjaan mereka.

Fokus dalam Bekerja
Saat bekerja, pekerja keras akan fokus dan sering tidak mau diganggu agar pekerjaannya cepat selesai. Kalau workaholic, mereka akan serius, namun seringkali tidak sadar terbawa oleh suasana kantor atau rekan kerja yang suka ngobrol dan membuat kerjaannya jadi terhambat.

Performa saat Bekerja
Orang yang merupakan pekerja keras akan berusaha memperbaiki diri jika target belum sesuai. Mereka akan terus belajar untuk mencapai targetnya. Namun jika dilihat dari workaholic, mereka ambisius terhadap pekerjaannya yang akan menyebabkan stress jika target tidak tercapai.

Waktu Bekerja
Jika dilihat dari waktu, waktu pengerjaan pekerja keras lebih efektif. Oleh karenanya, kualitas yang dihasilkan lebih baik.

Tapi bukan berarti kualitas dari workaholic tidak bagus. Ingat, kualitas kerja workaholic tentu tidak kalah dengan si pekerja keras walaupun waktu yang mereka gunakan tidak efektif.

Gimana, sudah bisa membedakan mana pekerja keras dan workaholic?



Simak Video "Mendag: Jumlah Pedagang Pasar Turun 29% Gegara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com