Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Apr 2020 16:55 WIB

Petani Indramayu Terapkan Protokol Cegah Corona saat Panen Raya

Yudistira Imandiar - detikFinance
Kementan Foto: Kementan
Jakarta -

Petani di Desa Nunuk, Indramayu melakukan panen raya di tengah pandemi virus Covid-19. Untuk mencegah penularan virus, para petani tetap menjalankan protokol pencegahan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Salah satu petani Desa Nunuk, Aruna Runatin menjelaskan, petani di lingkungannya melindungi diri dengan menggunakan masker dan rutin mencuci tangan guna menjaga kebersihan. Lingkungan desa juga telah disemprotkan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

"Banyak kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan dari rumah, hal tersebut mungkin bisa dilakukan oleh kebanyakan orang. Tapi bagi saya seorang petani tetap harus turun ke sawah. Selain bertanggung jawab kepada kesehatan diri dan keluarga, kami pun harus mengurus tanaman dan memastikannya bisa panen," tutur Aruna, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2020).

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan protokol penanganan virus corona bagi para petani, agar bisa tetap produksi. Pemerintah juga turut menganjurkan petani untuk menanam dan mengonsumsi produk empon-empon seperti wedang uwuh, jahe, dan kunir asem. Alasannya, karena tanaman empon-emponan dapat meningkatkan daya tahan tubuh buat menangkal virus Covid-19.

Aruna menambahkan, keberadaan penyuluh sangat membantu para petani. Selain memberikan edukasi pencegahan virus Covid-19, penyuluh membantu dalam penanganan bakteri Xanthomonas Oryzae (hama keresek daun) dan hama wereng yang sedang mewabah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu Takmid mengatakan, Kementan setiap tahun menggelontorkan bantuan untuk Kabupaten Indramayu dalam jumlah cukup besar. Di antaranya bibit, alat mesin pertanian, mesin penggilingan dan bantuan asuransi hingga dana Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Oleh sebab itu, kondisi pertanian di Indramayu dalam bidang produksi padi saat ini masih tertinggi di Jawa Barat. Produktivitas di Desa Nunuk terbilang cukup tinggi. Rata-rata panen padi berkisar 7-9 ton per hektare. Sementara harga jual gabahnya Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kilogram gabah kering panen.

"Kami tetap optimis dan terus mempertahankan produksi padi ini meningkat di angka 1,5 juta ton gabah kering. Terlebih di bulan Maret dan April ini walau tengah dilanda virus Corona, produksi padi dan jagung tetap tinggi. Petani panen raya," kata Takmid.

Optimisme yang sama juga turut digaungkan dari pemerintah pusat. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan saat ini sektor pertanian menjadi tulang punggung dalam penyediaan stok pangan di tengah upaya pemerintah dalam menanggulangi Covid-19.

"Tanggung jawab menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian," tegas Syahrul.

Untuk itu, menurut Syahrul, berbagai skenario atas kemungkinan yang akan terjadi harus dipersiapkan terlebih bulan puasa dan lebaran sudah di depan mata.

"Kita tidak berhenti sampai menyediakan pangan saja. Bersama Kemendag, Bulog, dan yang lain, kita berusaha mengendalikan bahwa pangan itu tersedia di pasar dalam jumlah yang cukup sehingga stabilisasi harga terjaga," ujarnya.



Simak Video "Stabilkan Harga, 250 Ribu Ton Gula Digelontorkan ke Pasar"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com