Karyawan Pegadaian Meninggal, Diduga karena Corona

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 02 Apr 2020 23:05 WIB
Pegadaian
Foto: Dokumen Pegadaian
Jakarta -

Salah seorang karyawan Divisi Strategic Human Capital (SHC) PT Pegadaian (Persero) Kantor Pusat Jakarta diduga meninggal karena corona (covid-19) pada Rabu (01/04/2020) kemarin. Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan Pegadaian R Swasono Amoeng Widodo lewat keterangan tertulis, Kamis (2/4/2020).

"Kami semua kehilangan sosok seorang pekerja keras yang selama ini bekerja dengan dedikasi tinggi. Kabar meninggalnya beliau tentu sangat mengejutkan kami semua, mengingat saat terakhir bekerja pada Rabu, 18 Maret 2020 yang bersangkutan masih tampak sehat," ujar Amoeng.

"Di tengah suasana duka ini, kami akan melakukan tracing terhadap karyawan yang mungkin sempat berinteraksi dengan almarhum, untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Selanjutnya akan dirujuk ke rumah sakit untuk dapat melakukan rapid test," lanjut Amoeng.

Amoeng menambahkan seluruh keluarga besar Pegadaian ikut berduka atas meninggalnya salah seorang putra terbaik di perusahaan. Terkait dengan Covid-19, Amoeng menjelaskan Pegadaian sudah berusaha untuk mengurangi risiko karyawan terkena Covid-19 dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh melalui vaksinasi influenza secara bertahap sesuai ketersediaannya.


Vaksinasi influenza untuk tahap pertama diberikan kepada seluruh karyawan baik tetap maupun outsource yang berada di Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Jakarta serta kantor layanannya. Menurut Amoeng, sejak 19 Maret 2020 manajemen sudah menerapkan sistem kerja dari rumah (WorkFrom Home/WFH), dan hingga sekarang 90 persen dari karyawan di Kantor Pusat sudah melakukan WFH.

Bahkan sejak isu Covid-19 merebak, PT Pegadaian sudah membentuk gugus penanganan Covid-19 di tingkat pusat dan wilayah, dikenal dengan command centre penanggulangan covid-19. Tugas utama command center tersebut melakukan aktivitas meliputi preventif, kuratif, BCM (Business Continuity Management), mengkomunikasikan baik kepada internal maupun eksternal, serta selalu memperbaharui informasi status ODP, PDP, suspect Covid-19.

"Khusus di kantor pusat, kami telah melakukan protocol Covid-19 dengan aktivitas kegiatan sebagai berikut: tanggal 16 Maret 2020, command centre sudah meminta seluruh unit kerja di kantor pusat untuk disinfektan setiap dua atau tiga hari sekali. Tanggal 17 Maret 2020, telah dilakukan sosialisasi Covid-19 untuk semua divisi," papar Amoeng.

Di tingkat nasional, tugas command centre adalah meng-update data karyawan yang statusnya ODP, PDP, dan suspect. Data tersebut secara periodik juga dilaporkan kepada Kementerian BUMN dan setiap harinya Pegadaian melakukan update kondisi terkini melalui meeting video conference.

Di unit layanan, kantor wilayah di Jakarta sudah mengurangi jam operasional kantor cabang induk, menutup sementara unit kecil pelayanan cabang. Tujuannya adalah menerapkan social dan physical distancing. Bilamana nasabah ingin bertransaksi disarankan untuk memaksimalkan penggunaan Aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS)

"Kami juga berusaha menyediakan sarana prasarana standar Covid-19 seperti hand sanitizer, thermal gun, masker, serta sarung tangan di semua outlet layanan," lanjut Amoeng.



Simak Video "Korban Corona, Mobil yang Tergadai"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/hns)