Kementan Gandeng Gojek Perlancar Distribusi Pangan

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Jumat, 03 Apr 2020 15:29 WIB
Kementan
Foto: Kementan
Jakarta -

Sektor pertanian menjadi kebutuhan prioritas dalam menghadapi pandemi Covid-19, apalagi dalam waktu dekat ini masyarakat muslim di Indonesia akan memasuki Ramadhan dan Idul Fitri. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian menggandeng Gojek untuk menyediakan jasa belanja pangan bagi masyarkat tanpa harus keluar rumah.

"Ini sesuai arahan Presiden, kami diminta untuk memastikan ketersediaan 11 bahan pangan di tengah pandemi ini hingga Idul Fitri, dan saya mengapresiasi kerja sama dengan Gojek ini. Karena untuk menyikapi tantangan saat ini, kita tidak bisa menggunakan cara-cara yang lama, kita harus tangani dengan cara-cara sekarang," ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2020).

Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan video conference bersama Kepala Dinas Lingkup Pertanian dan Produsen serta Supplier Pangan. Lebih lanjut Syahrul mengatakan dua hal yang penting dalam ketersediaan pangan adalah supply dan demand. Ia meminta semua yang terlibat dalam pertanian ikut berperan dalam hal ketersediaan pangan dan stabilisasi harga.

"Dua hal yang penting, pertama siapkan dan pastikan ketersediaan 11 komoditas pangan di daerah masing-masing. Kedua mari kita ikut membantu stabilisasi harga pangan, saya minta para Kepala Dinas siapkan ini dengan baik," tambahnya.

Syahrul mengakui kondisi pandemi saat ini tentu menganggu perekonomian negara, namun demikian pertanian harus tetap bertahan dalam kondisi apapun.

"Saya minta seluruh Kepala Dinas Lingkup Pertanian di daerah dan pelaku usaha bidang pertanian lainnya agar siap menjadi pahlawan, berkomitmen menyiapkan kebutuhan pangan bagi 267 juga jiwa rakyat Indonesia, ayo kita selesaikan masalah pertanian ini dengan ketulusan," pesan Syahrul.

Sebagai informasi, 11 komoditas pangan yang dimaksud adalah beras, daging ayam, daging sapi, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih.

Dalam kesepakatan bersama yang ditandatangani Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriari dan Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, Dyan Shinto Ekopuri di Kantor Pusat Kementerian Pertanian itu menyatakan kedua belah pihak akan berkomitmen menjaga ketersediaan, stabilisasi pasikan dan harga pangan ke 11 komoditas tersebut melalui pemanfaatan aplikasi berbasis teknologi yaitu Gojek.

Dalam kesempatan yang sama, Agung menyampaikan selain untuk mengantisipasi distribusi pangan dan mendukung kebijakan pemerintah terkait social distancing, kerja sama ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan penghasilan tambahan bagi para ojek online. Ia mengaku masyarakat yang membeli pangan di Toko Mitra Tani milik Kementerian Pertanian via Gojek tidak perlu membayar biaya antar, dalam artian ongkos kirim Gojek diberikan secara gratis.

"Maksudnya di sini biaya Gojek tersebut dibebankan ke Kementerian Pertanian, kami yang akan membayar, sistemnya tentu pihak Gojek sudah ada, dan ini tidak mempengaruhi harga pangan yang dibeli, jadi tentu driver Gojeknya juga mendapat bayaran, dan masyarakat diringankan dengan tidak dibebankan biaya antar," jelas Agung.

Lebih lanjut Agung mengatakan kerja sama ini nantinya akan diberlakukan di Toko Mitra Tani yang ada di seluruh Indonesia dengan jumlah mencapai 3.500.

"Jadi kami harap masyarakat bisa memanfaatkan kerja sama ini. Konsep kami memang melayani kebutuhan pangan masyarakat harian dengan jumlah yang tidak besar paling tidak untuk kebutuhan tiga hari ke depan. Ini menjadi bagian dari upaya kami juga dalam memininalisir rush buying," papar Agung.

Sementara itu, Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, Dyan Shinto Ekopuri mengaku senang atas kesempatan yang diberikan Kementerian Pertanian untuk ikut berperan mendukung ketahanan pangan Indonesia. Ia mengatakan siap mendukung upaya pemerintah dalam memastikan pendistribusian pangan di masyarakat tidak hanya di Jabodetabek tapi di seluruh Indonesia.

"Kami sangat senang karena kami menjadi on demand platform pertama yang diberi kesempatan untuk medukung keamanan logistik di seluruh Indonesia. Seperti yang kita ketahui kelancaran distribusi pangan saat ini juga menjadi prioritas utama pemerintah, prinsip kami masyarakat harus happy agar healthy," ungkap Shinto.



Simak Video "Stabilkan Harga, 250 Ribu Ton Gula Digelontorkan ke Pasar"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)