Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 03 Apr 2020 18:05 WIB

Bisnis di Tengah Corona, Pengusaha: Bukan Cuma Cari Untung

Vadhia Lidyana - detikFinance
Dampak Corona ke Ekonomi Foto: Dampak Corona ke Ekonomi (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Beberapa sektor bisnis punya peluang tumbuh di tengah tekanan dari virus corona (COVID-19). Contohnya pengusaha yang bergerak di bisnis alat-alat kesehatan, farmasi, pengolahan makanan, e-commerce, dan sebagainya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana mengakui, pebisnis di bidang kesehatan memang masih terus berjalan hingga saat ini, berbeda dengan sektor lainnya yang tertekan, utamanya manufaktur maupun pariwisata. Namun, ia berpendapat, pebisnis di bidang kesehatan tak semata-mata memanfaatkan kesempatan untuk mencari untung.

"Kalau kesehatan saya kira hanya sementara. Dan pelakunya tidak memanfaatkan peluang. Jadi tidak mencari untung secara berlebihan," kata Danang kepada detikcom.

Ia mencontohkan Kimia Farma. Menurut keterangannya, saat ini perusahaan tersebut justru meningkatkan produksi agar harga produk-produknya bisa terjangkau untuk masyarakat.

"Pebisnis di alkes, farmasi malah sekarang setahu kita justru mengejar produksi sebanyak mungkin, supaya harganya semurah mungkin. Dan itu terlihat sekali, contoh Kimia Farma. Banyak memproduksi parasetamol untuk dijual dengan murah. Lalu juga test kit diproduksi sebanyak mungkin, tapi bukan mengais keuntungan, tapi justru untuk menjual dengan semurah mungkin," imbuh Danang.

Danang memaparkan, para pengusaha tidak melihat sektor yang masih berjalan hingga saat ini sebagai sebuah peluang.

Industri (yang masih berjalan) itu akan menanggung untung di antara orang-orang yang berduka dan khawatir. Kita tidak bisa melihat satu kebanggaan sektor," tegas Danang.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan, pelaku usaha di bidang kesehatan pun masih menghadapi tantangan di tengah pandemi ini. Utamanya ini masalah pasokan barang.

Selain itu, pertumbuhan bisnis di bidang kesehatan belum bisa menutupi dampak corona terhadap perekonomian secara nasional yang merusak sektor bisnis lainnya.

"Tidak berarti bahwa sektor ini tidak mengalami kesulitan sepanjang wabah, mereka pun memiliki masalah seperti kelancaran supply/pengadaan barang, Surge of demand, overload/over capacity, dan lain-lain. Selain itu, secara agregat pertumbuhan di sektor-sektor ini tidak bisa menutupi kehancuran pertumbuhan di sektor ekonomi lain. Sehingga secara agregat ekonomi kita tetap babak belur selama wabah," pungkas dia.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com