DPR Rapat Virtual Bareng Erick Thohir, Ini Hasilnya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 03 Apr 2020 20:30 WIB
erick thohir
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Rapat kerja virtual antara Komisi VI DPR RI dan Menteri BUMN Erick Thohir menghasilkan 8 kesimpulan. Rapat ini dimulai sekitar pukul 14.00 dan rampung sekitar pukul 17.30 WIB.

Kesimpulan rapat dibacakan oleh Wakil Komisi VI DPR Aria Bima selaku pimpinan rapat, Jumat (3/4/2020).

Adapun kesimpulan rapat, pertama, Komisi VI mengapresiasi seluruh langkah dan upaya Kementerian BUMN dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19 dan dampak yang ditimbulkan.

Kedua, Komisi VI mendukung tetap berlanjutnya 7 program transformasi Kementerian BUMN agar efektivitas dan efisiensi perusahaan BUMN dalam menjalankan operasional bisnisnya guna menghasilkan laba yang lebih besar, peningkatan deviden, dan memberikan nilai tambah bagi negara.

Ketiga, Komisi VI DPR dapat memahami dampak negatif Covid-19 terhadap BUMN yaitu dividen TA 2020 berpotensi tidak tercapai, bahkan dividen TA 2021 diproyeksikan hanya tercapai 50%, dan diharapkan Kementerian BUMN segera menstabilkan secepatnya.

Keempat, Komisi VI mendukung penugasan BUMN dari Presiden RI untuk bersinergi dengan kementerian/lembaga lainnya dalam penanganan Covid-19.

Kelima, Komisi VI mendorong konsolidasi kekuatan Kementerian BUMN untuk membantu pemerintah dan masyarakat sebagai agent of change dan dalam kaitannya pemulihan ekonomi pasca pendemi Covid-19.

Keenam, Komisi VI mendorong peningkatan kontribusi BUMN dan langkah-langkah konkret yang berkaitan langsung dengan masyarakat, yaitu energi, pangan, keuangan/perbankan, obat-obatan, alat medis, UMKM dan lain-lain.

Ketujuh, Komisi VI meminta Kementerian BUMN menyusun protokol manajemen krisis yang melampirkan skenario dampak ringan, menengah sampai terburuk apabila pandemi Covid-19 berlangsung dalam periode yang lama untuk memitigasi risiko terhadap kesehatan dan perekonomian nasional.

Terakhir, Komisi VI meminta Kementerian BUMN untuk memberikan jawaban secara tertulis dalam waktu paling lama 10 hari kerja atas pertanyaan anggota Komisi VI.



Simak Video "Ini Alasan Erick Thohir Beri Modal Rp 7,5 T ke PT Hutama Karya"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)