Sederet Alasan Masyarakat yang Berkeras Tidak Mudik

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 04 Apr 2020 21:30 WIB
Calon penumpang bersiap menaiki bus AKAP di terminal bayangan Pondok Pinang, Jakarta, Jumat (3/4/2020). Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunda mudik atau pulang kampung pada Lebaran mendatang sebagai salah satu langkah membatasi penyebaran wabah COVID-19. ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.

 *** Local Caption ***
Foto: ANTARA/RENO ESNIR
Jakarta -

Berbeda dengan yang memilih mudik, pembaca detikcom yang memilih tidak mudik Lebaran tahun ini dikarenakan takut menjadi rantai penularan virus corona (COVID-19) bagi keluarga besar di kampung halamannya.

Hasil polling mudik atau tidak kepada para pembaca detikcom ini mencatat 261 pembaca memilih tidak mudik, dan 66 sisanya tetap mudik meski corona merajalela. Polling dibuka sejak pukul 15.30 Jumat (3/4/2020) hingga ditutup pukul 15.00 Sabtu (4/4) diikuti oleh 327 pembaca.

Banyak pembaca detikcom yang tidak memilih mudik karena ingin memutus rantai penularan, mengganti waktu mudik usai wabah selesai, bahkan ada yang tidak punya uang karena terdampak corona. Berikut ragam alasan pembaca detikcom yang tak pilih mudik Lebaran tahun 2020.

Bagi mereka yang memilih tidak mudik ada beberapa alasan yang disampaikan.

"Kondisi lagi ga memungkinkan lebih baik ditunda dulu aja tohh skrg sudah ada video call buat bersilahturahmi...kesehatan individu dan keluarga besar sangatlah penting," ujar seorang pembaca yang mengisi kolom tidak mudik.

Ada juga pembaca yang mengaku tidak mudik dan mengkritik pemerintah karena tidak tegas menyikapi imbauan larangan mudik.

"gk punya duit, krn imbas corona, pemerintah yg terkesan tidak tegas dalam menentukan kebijakan pro-rakyat, mudah2an badai cepat berlalu di Bumi Indonesia🙂

Pembaca lainnya yang mengisi kolom tidak mudik juga mengingatkan sebaiknya tidak mudik daripada justru membawa bencana.

"Sebaiknya sih jangan mudik dulu , inget jika kita mudik dan ternyata kita membawa virus corona ya keluarga besar kita yang di kampung akan kena virus juga (Lebaran yang harusnya menjadi silaturahmi akan menjadi bencana)," tuturnya.



Simak Video "Mudik Dilarang, Pedagang di Pantura 'Meradang'"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)