Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 05 Apr 2020 17:15 WIB

Ratusan Buruh di Klaten Di-PHK Gegara Corona

Achmad Syauqi - detikFinance
Infografis PHK Bank Foto: Tim Infografis: Denny Putra
FOKUS BERITA Corona Berujung PHK
Klaten -

Ratusan buruh di Klaten mulai terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena perusahaan lesu terdampak penyebaran virus corona. Sementara puluhan lainnya dirumahkan.

"Total yang sudah di-PHK laporan sejauh ini ada 411 orang. Berasal dari berbagai perusahaan," ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Pemkab Klaten, Slamet Widodo pada detikcom, Minggu (5/4/2020).

Slamet Widodo menjelaskan dari daftar PHK yang sudah masuk total 411 orang, paling banyak pabrik garmen di Desa Mlese, Kecamatan Ceper. Jumlahnya ada 335 orang karyawan.

"Di Ngaran, Desa Mlese satu perusahaan garmen ada 335 orang sudah di-PHK. Lainnya perusahaan lain tapi sedikit jumlahnya," sambung Slamet.

Menurut Slamet, selain PHK pada karyawan tetap, laporan terakhir ada 25 orang karyawan sudah dirumahkan. Mereka berasal dari berbagai perusahaan dan jenis pekerjaan.

"Yang dirumahkan ada 25 orang. Datanya sudah dikirim ke pemerintah pusat bersama yang terkena PHK," lanjut Slamet.

Dinas, terang Slamet sudah melangkah dengan melakukan pendataan. Karyawan baik yang di-PHK dan dirumahkan semua didata lengkap.

"Kita sudah data semua. By name by address, nomer HP, NIK dan lainnya. Sudah kami kirim ke kementerian agar menjadi prioritas sasaran kartu pra kerja," imbuh Slamet.

Langkah PHK dan perumahan karyawan itu, jelas Slamet, sangat dipengaruhi kondisi saat ini sebagai dampak Corona. Perusahaan kesulitan bahan baku.

"Selain bahan baku sulit, negara tujuan ekspor banyak yang membatasi diri dari akses luar. Ini yang menjadikan berat bagi perusahaan," terang Slamet.

Namun seberat apapun, kata Slamet, Dinas sudah meminta pengusaha menjadikan PHK sebagai jalan terakhir. Dinas tidak bisa memaksa.

"Saya minta PHK itu pilihan terakhir setelah jalan lainnya dicari dulu. Pemerintah tidak bisa memaksa pengusaha sebab kondisinya sedang lesu," kata Slamet.

Anggota DPRD Klaten, Yudi B Prabawa mengatakan penyebaran virus corona berdampak pada semua sektor. DPRD sudah menggelar rapat kerja dengan Dinas terkait.

" Kita sudah beberapa kali rapat per komisi membahas dampak Corona. Kita tanyakan antisipasinya," terang Yudi.



Simak Video "Gegara Corona, Ramayana Depok PHK 87 Karyawannya"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
FOKUS BERITA Corona Berujung PHK
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com