Atasi Utang PLN, DPR Minta Pertamina Tidak Arogan
Senin, 12 Des 2005 15:04 WIB
Jakarta - Pertamina diminta tidak arogan dengan mengancam akan mengurangi pasokan BBM kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) karena belum membayar utang Rp 6 triliun."Kita minta Pertamina jangan terlalu arogan, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR Alvin Lie di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (12/12/2005).Pertamina mengancam pengurangan pasokan BBM ke PLN jika hingga 18 Desember mendatang perusahaan listrik plat merah ini tidak membayar tunggakan tersebut.Tunggakan PLN melonjak drastis dari yang biasanya Rp 2 triliun menjadi Rp 6 triliun sehubungan dengan naiknya harga BBM industri.PLN saat ini, menurut Alvin, bertugas melayani kebutuhan listrik masyarakat. Jika pasokan BBM dihentikan akan berpengaruh kepada pelayanan yang diberikan PLN kepada masyarakat.Menurut Alvin, pemerintah juga harus turun tangan mengatasi utang PLN ini. "Inilah yang diperlukan, peran pemerintah demi penyeimbangan di PLN, terutama berkaitan dengan subsidinya," kata Alvin.Sebelumnya, pihak PLN juga berencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL) pada tahun depan karena beban perusahaan semakin tinggi akibat kenaikan harga BBM.
(ir/)











































