Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 06 Apr 2020 11:37 WIB

Awas! Ada Penipuan Minta Data Kartu Pra Kerja

Danang Sugianto - detikFinance
kartu pra kerja Foto: Fuad Hasim/Tim Infografis
Jakarta -

Program Kartu Pra Kerja kini tidak hanya menjadi program janji kampanye belaka. Program ini menjadi andalan pemerintah untuk menanggulangi pengangguran yang timbul dari dampak wabah Covid-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan agar pendataan untuk program ini segera dilakukan. Targetnya mereka yang terkena PHK, pengangguran, hingga pekerja informal serta pelaku UMKM yang kehilangan pemasukan hariannya.

Namun sayang, sepertinya ada oknum yang memanfaatkan situasi ini. Di media sosial, seperti Twitter ramai tentang modus pendataan Kartu Pra Kerja namun targetnya mengumpulkan data pribadi.

Agha misalnya, dia merupakan karyawan salah satu tenant di Lippo Plaza Kramat Jati. Belum lama ini dia menerima email berisi surat edaran.

Di dalamnya ada lampiran berupa surat yang ditandatangani oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Nah yang membuat Agha curiga adalah di dalam surat tersebut karyawan diminta untuk mengirimkan data nama, NIK, nomor telepon dan alamat domisili ke email berdomain Gmail yakni asdep.ketenagakerjaan@gmail.com.

"Minta data karyawan tapi kirimnya ke email Gmail. Kita juga bisa bikin kalau email Gmail mah," tuturnya kepada detikcom, Senin (6/4/2020).

Lalu di Twitter juga banyak yang mengunggah tangkapan layar dari email yang didapat. Modusnya berbeda-beda, ada juga yang diminta untuk mengisi lembar formulir online melalui link tertentu.

"Awas penipuan. Iya saya juga dapat," tulis akun @ismailfahmi.



Simak Video "Pendaftar Kartu Pra Kerja Tembus 8,4 Juta Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com