Boeing Tawarkan Pensiun Dini di Tengah Krisis Corona

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 06 Apr 2020 12:17 WIB
Pabriknya Boeing Gede
Foto: Getty Images
Jakarta -

Boeing menawarkan karyawannya untuk pensiun dini akibat krisis corona. CEO Boeing, Dave Calhoun mengatakan penawaran pensiun dini terpaksa dilakukan perusahaan untuk mengurangi pengeluaran perusahaan di tengah krisis corona.

Calhoun, menjamin karyawannya yang pensiun dini akan mendapatkan gaji terakhir mereka dan tetap mendapatkan tunjangan dari perusahaan.

"Boeing menawarkan pensiun dini bagi karyawannya karena akan memakan waktu bertahun-tahun bagi perusahaan penerbangan dan industri kedirgantaraan untuk pulih dari krisis virus corona," kata Calhoun, melansir dari CNN Bissunes, Senin (6/4/2020).

Maskapai di seluruh dunia telah mengalami penurunan pendapatan akibat maraknya penyebaran virus corona. Tak heran banyak maskapai mengambil langkah ekstrem untuk memotong pengeluaran mereka.

Beberapa maskapai penerbangan kemungkinan gulung tikar, dan sebagian besar diperkirakan menunda atau membatalkan pengiriman pesawat mereka.

Pekan lalu, Presiden Donald Trump telah mengesahkan RUU stimulus $ 2 triliun termasuk bailout $ 50 miliar untuk maskapai AS. Tetapi belum jelas berapa dana yang akan didapatkan oleh Boeing sendiri. Terlebih pabrik Boeing tidak hanya berada di AS.

Tiap tahun Boeing dapat menyelesaikan perakitan, 800 jet per tahun. Bahkan di luar AS, Boeing dapat menghasilkan lebih dari 4000 jet per tahunnya.

Selama sepakan ini, Boeing telah menutup pabriknya, di negara bagian Washington dan diperpanjang untuk waktu yang belum ditentukan. Penutupan ini dilakukan setelah kematian salah seorang karyawan di Everett, Washington, karena virus korona.



Simak Video "Bertambah 4.071, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 252.923"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)