Cathay Pacific Cuma Angkut 500 Penumpang per Hari Gara-gara Corona

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 06 Apr 2020 12:55 WIB
Cathay Pacific
Foto: Dok. Getty Images via BBC
Jakarta -

Virus corona benar-benar telah memukul industri penerbangan. Maskapai asal Hong Kong Cathay Pacific (CPCAY) minggu ini hanya menerbangkan 582 penumpang per hari, dari biasanya 100.000 penumpang per hari.

CEO Cathay Pacific, Augustus Tang mengatakan jumlah penumpang akan terus turun setiap harinya. Dua minggu lalu, maskapai ini telah memangkas 96% kapasitas penerbangan di bulan April dan Mei dengan alasan penurunan permintaan yang parah karena virus corona.

"Permintaan yang tersisa telah menghilang," kata Tang dilansir CNN, Senin (6/4/2020).

Sebanyak 582 penumpang Cathay Pacific yang terbang awal minggu ini membuat penurunan sebanyak 99% dari rata-rata harian dan tingkat keterisian hanya 18,3%. Tingkat keterisian penumpang adalah komponen penting bagi maskapai sebagai ukuran pendapatan perusahaan.

Kini, Cathay hanya mengoperasikan dua penerbangan dalam seminggu di bulan April untuk rute jarak jauh seperti London, Los Angeles, Vancouver, dan Sydney. Hal ini untuk mempertahankan tiga penerbangan regional mingguan ke delapan kota, termasuk Tokyo, Manila, dan Singapura.

Virus corona membuat industri penerbangan mengalami krisis terburuk sepanjang sejarah. Asosiasi Transportasi Udara Internasional (International Air Transport Association/IATA) memperkirakan maskapai dapat kehilangan pendapatan dari angkutan penumpang hingga US$ 252 miliar atau setara dengan Rp 4.032 triliun (kurs Rp 16.000) atau turun 44% dibandingkan tahun lalu.

Tentu saja hal ini membuat perusahaan terpaksa memangkas pengeluaran. Beberapa CEO maskapai telah berhenti menerima gaji. Sedangkan Tang bersama Chairman Cathay Patrick Healy juga akan memangkas gaji pokok mereka sebesar 30%. Gaji direktur eksekutif maskapai juga akan dipangkas 25% hingga Desember.

Maskapai ini juga telah meminta 27.000 karyawannya yang sebagian besar berbasis di Hong Kong mengambil cuti tiga minggu tanpa dibayar. Pada bulan lalu, 80% karyawan telah mengajukan diri untuk hal tersebut.

Untuk saat ini, maskapai tetap berjalan dengan mempertahankan bisnis kargonya yang memiliki permintaan lebih tinggi.

"Namun, pengurangan kapasitas pada armada berbadan lebar kami berarti pendapatan kargo kami masih jauh di bawah tahun lalu. Kami akan melewati ini. Kami akan terus mengeksplorasi setiap area untuk memastikan Grup Cathay bisa melewati krisis dengan penuh semangat dan membantu Hong Kong bangkit kembali," ucapnya.



Simak Video "Virus Corona Diklaim Dapat Menular Lewat Udara"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)